Eco Mapping

Student-Lead Three-Way Conference (SLC).

SMP Islam Sabilillah Malang melangsungkan Masa Orientasi Karakter Siswa (MOKS) yang berbeda, yakni dengan menerapkan program Student-Lead Three-Way Conference (SLC).

Kepala SMP Islam Sabilillah Malang, Idi Rathomy Baisa, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa pelaksanaan SLC ini masih diperlukan evaluasi karena baru pertama kali dilakukan. “Ini baru dimulai tahun ini, sehingga mungkin banyak kekurangan. Semoga ditahun berikutnya lebih baik lagi,” 

baca juga :http://smp.sekolahsabilillah.sch.id/orientasi-sistem-pendidikan-islam-sabilillah-ospis-tahun-pelajaran-2018-2019/

Sementara itu, orang tua siswa mengaku sangat terkesan dengan SLC ini. Dengan begitu harapan anak dapat diketahui. “Ini sangat bagus dan bermanfaat. Saya baru tahu kalau anak saya pintar berbicara di depan umum, terlihat percaya diri dan hebat untuk seumuran dia” ungkap Fatimah, ibu dari Geofano Ramadhan kelas 7E ini.

Perlu diketahui, SLC ini adalah konferensi tiga arah tentang pembelajaran yang berkaitan dengan akademik dan karakter yang melibatkan percakapan antara siswa, guru dan orang tua. Setiap siswa diberi waktu sekitar 15 menit untuk presentasi. Sementara, siswa yang menunggu giliran presentasi, membuat kreasi kelas secara kolektif di ruangan yang berbeda.

Dalam konferensi ini, siswa mempunyai peran penting sebagai leader yang memperkenalkan gurunya kepada orang tua. Orang tua juga diperkenalkan kepada guru (wali kelas) dengan bahasa yang santun. Sebelum memulai presentasi, siswa terlebih dahulu meminta ijin pada guru dan orang tua.

Setelah itu, siswa mempresentasikan di hadapan orang tua dan guru tentang kelemahan dan kelebihan akademik dan karakternya. Selain itu juga memaparkan target yang ingin dicapai dan menghindari hal-hal yang memicu terhambatnya target tersebut.

Sementara itu, peran orang tua dalam konferensi ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang spesifik serta memberikan umpan balik positif dan memuji kegiatan siswa yang telah dilakukan dengan baik, demi mendorongnya untuk semangat menuju prestasi.

Dengan cara seperti ini, masalah yang muncul dapat teridentifikasi lebih dini. Solusi dari masalah tersebut pun dapat langsung dipikirkan, sehingga pembelajaran, baik dari aspek akademik maupun karakter akan lebih terarah.

Disamping itu, siswa juga diminta untuk menulis dan membacakan komitmen di depan orang tua, yang kemudian ditandatangi bersama, agar jika suatu saat siswa melupakan komitmennya, bisa ditunjukkan secara tertulis.

SLC sendiri juga disebut temu laskar hebat, yaitu pertemuan laskar hebat (sebutan untuk siswa SMP Islam Sabilillah Malang) dengan orang tua dan guru yang berfungsi untuk menghargai kekuatan siswa, mendorong pengarahan diri dalam pembelajaran serta meningkatkan pola pikir pertumbuhan siswa.(fit)

CLOSE
CLOSE