Blog

KIR: BRIKET DARI SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN BAKAR KOMPOR RAMAH LINGKUNGAN

ABSTRAK

Indonesia merupakan negara tropis dimana banyak sekali pepohonan yang dapat menghasilkan kayu. Kayu tersebut dimanfaatkan sebagai pembuatan perabotan rumah tangga, yang hasil limbahnya berupa serbuk gergaji yang dibuang atau dibakar begitu saja. Salah satu manfaat serbuk gergaji kayu dapat dipergunakan sebagai briket untuk bahan bakar kompor ramah lingkungan.

Oleh karena itu penulis mencoba melakukan penelitian pembuatan briket dari serbuk gergaji kayu. Serbuk gergaji kayu dicampur dengan dengan cairan tepung kanji, kemudian dimasak hingga lengket. Hasil campuran serbuk kayu dan tepung kanji yang telah dimasak dicetak dalam gelas plastik. Bagian tengah cetakan diberikan rongga dengan cara memasukkan pipa paralon. Fungsi rongga ini untuk memasukkan oksigen agar pembakaran cepat terjadi. Hasil pembakaran serbuk kayu tanpa diolah akan memerlukan waktu lebih cepat dibandingkan dengan diolah menjadi briket.

Kesimpulan dari penelitian adalah briket dari serbuk gergaji kayu dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dengan waktu pembakaran lebih lama sehingga lebih efisien jika dibandingkan dengan serbuk gergaji kayu dibakar tanpa diolah.

 

Kata kunci: Bahan bakar alternatif, Briket, Limbah, Serbuk gergaji kayu

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara tropis dimana banyak sekali pepohonan yang dapat menghasilkan kayu. Kayu tersebut dimanfaatkan sebagai pembuatan perabotan rumah tangga, yang hasil limbahnya berupa serbuk gergaji yang dibuang atau dibakar begitu saja. Serbuk kayu dari hasil proses pemotongan kayu selama ini hanya dibiarkan begitu saja. Serbuk kayu tersebut tidak dimanfaatkan lebih lanjut. Jumlah serbuk kayu sangat banyak pada satu kali kerja pembuatan barang perabotan rumah tangga maupun daun.

Kompor rumah tangga banyak menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil tumbuhan seperti arang/batu bara dan minyak tanah. Bahan bakar lainnya berasal dari panas bumi seperti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bahan bakar seperti arang dan LPG lambat laun akan habis karena persediaannya di bumi ini terbatas. Jika digunakan secara berlebihan dan terus menerus, bahan bakar dari fosil tumbuhan dan panas bumi ini akan habis.

Berdasarkan paparan latar belakang bahwa ketersediaan bahan bakar yang berasal dari fosil tumbuhan dan panas bumi lambat laun akan habis dan ketersediaan limbah gergaji kayu berupa serbuk kayu cukup berlimpah maka penulis mengajukan solusi alternatif bahan bakar untuk memasak. Alternatif solusi yang yang ditawarkan oleh penulis adalah pembuatan bahan bakar dalam bentuk briket dari serbuk kayu.

Bahan bakar dalam bentuk briket dari serbuk kayu dibuat untuk menghemat penggunan bahan bakar yang berasal dari fosil tumbuhan dan panas bumi. Manfaat lain penggunaan bahan bakar tersebut adalah untuk melestarikan   ekosistem.

1.2 Rumusan Masalah

            Berdasarkan paparan latar  belakang maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana memilih serbuk kayu yang akan dipergunakan sebagai bahan briket ?
  2. Bagaimana membentuk bahan briket ?
  • Tujuan

Tujuan dalam penelitian ini adalah :

  1. Memanfaatkan serbuk kayu menjadi briket.
  2. Menghemat bahan bakar yang berasal dari fosil makhluk hidup dan panas bumi.
  • Batasan Masalah

Batasan masalah penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Serbuk kayu yang digunakan berasal dari perusahaan pemotongan kayu.
  2. Proses pembentukan briket memerlukan pemanasan dari kompor LPG dan sinar matahari. Pemanasan menggunakan kompor LPG dikarenakan untuk memudahkan karena di rumah tidak tersedia tunggu bakar kayu.
  • Metodologi Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Menjelasakan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, manfaat dan metode penulisan laporan karya ilmiah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Memaparkan tinjauan pustaka terhadap beberapa bahan rujukan sebagai dar teori dan pelaksanaan penelitian karya ilmiah.

BAB III METODE PENELITIAN

Menjelaskan garis-garis besar langkah-langkah kegiatan penelitian karya ilmiah.

BAB IV PEMBAHASAN

Menjelaskan proses penelitian karya ilmiah dari awal samapi dengan akhir, hasil pembuatan briket.

BAB V PENUTUP

Memberikan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk penelitian ke depan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 

2.1 Definisi Briket

Briket adalah sumber energi alternatif pengganti minyak tanah dan elpiji. Bahan briket dapat berasal dari bahan-bahan bekas atau bahan yang sudah tidak terpakai. Briket merupakan gumpalan yang terbuat dari bahan lunak seperti campuran tepung kanji dan serbuk kayu, ampas tebu kemudian dikeringkan. Penggunaan briket sebagai bahan bakar mempunyai keunggulan yaitu proses pembuatan yang mudah dan ketersediaan bahan baku yang berlimpah. Kualitas briket dapat diketahui  dari hasil pengujian kimia meliputi kadar air, kadar abu dan kadar zat menguap sedangkan pengujian fisik dengan pengujian indrawi terhadap tekstur, warna dan lama pembakaran.

Pada dasarnya briket bioarang adalah salah satu inovasi energi alternatif sebagai pengganti arang konvensional yang berasal dari kayu. Bahan dasarnya dapat di ambil dari serasah dan daun-daun kering lainnya. Keuntungan yang diperoleh dari briket bioarang ini antara lain adalah [1]:

(1) Dapat menghasilkan panas pembakaran yang tinggi

(2) Asap yang dihasilkan lebih sedikit daripada arang konvensional, sehingga meminimalisir  pencemaran udara

(3) Bentuknya lebih seragam dan menarik, karena dicetak dengan menggunakan alat cetak sederhana

(4) Pembuatan bahan baku tidak menimbulkan masalah dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan

(5)  Pada kondisi tertentu dapat menggantikan fungsi minyak tanah dan kayu bakar sebagai sumber energi bahan bakar untuk keperluan rumah tangga

(6) Lebih murah bila dibandingkan dengan minyak tanah atau arang kayu

(7) Masa bakar jauh lebih lama daripada arang biasa.

 2.2 Macam – macam Briket

Beberapa jenis dan macam briket adalah sebagai berikut [2]:

  1. Briket Batu Bara

Briket batu bara adalah bahan bakar padat dengan bentuk dan ukuran tertentu, yang tersusun dari butiran batu bara halus yang telah mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu, agar bahan bakar tersebut lebih mudah ditangani dan menghasilkan nilai tambah dalam pemanfaatanny.

  1. Briket Arang Kayu

Briket arang merupakan bahan bakar padat yang mengandung karbon, mempunyai nilai kalori yang tinggi, dan dapat menyala dalam waktu yang lama. Bioarang adalah arang yang diperoleh dengan membakar biomassa kering tanpa udara (pirolisis). Sedangkan biomassa adalah bahan organik yang berasal dari jasad hidup. Biomassa sebenarnya dapat digunakan secara langsung sebagai sumber energi panas untuk bahan bakar, tetapi kurang efisien. Nilai bakar biomassa hanya sekitar 3000 kal, sedangkan bioarang mampu menghasilkan 5000 kal [3].

Briket bioarang mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan arang biasa (konvensional), antara lain:

  1. Panas yang dihasilkan oleh briket bioarang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kayu biasa dan nilai kalor dapat mencapai 5.000 kalori [3]. Beberapa nilai kalor dari beberapa jenis bahan bakar ditunjukkan oleh Tabel 2.1.
  2. Briket bioarang bila dibakar tidak menimbulkan asap maupun bau, sehingga bagi masyarakat ekonomi lemah yang tinggal di kota-kota dengan ventilasi perumahannya kurang mencukupi, sangat praktis menggunakan briket bioarang.
  3. Setelah briket bioarang terbakar (menjadi bara) tidak perlu dilakukan pengipasan atau diberi udara.
  4. Teknologi pembuatan briket bioarang sederhana dan tidak memerlukan bahan kimia lain kecuali yang terdapat dalam bahan briket itu sendiri.
  5. Peralatan yang digunakan juga sederhana, cukup dengan alat yang ada dibentuk sesuai kebutuhan [3].

Tabel 2.1 Jenis Bahan Bakar & Nilai Kalori

Bahan Bakar Nilai Kalor (kal/g)
Kayu (kering mutlak) 4491,2
Batubara muda (lignit) 1887,3
Batubara 6999,5
Minyak bumi (mentah) 10081,2
Bahan bakar minyak 10224,6
Gas alam 9722,9

Sumber: [4]

  1. Briket Arang Tempurung Kelapa

Limbah kelapa berupa tempurung dapat diolah menjadi produk yang bernilai tinggi, salah satunya adalah briket tempurung kelapa yang biasa dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi. Sebagai pengganti batu bara yang merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui dan banyak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, salah satunya dapat mengakibatkan gangguan pernapasan.

 2.3 Proses Pembuatan Briket

Briket adalah bahan bakar karbon dalam suatu bentuk yang variatif. Bahan baku briket dapat diperoleh dari limbah organik maupun turunannya yang masih mengandung sejumlah energi. Penggunaan serbuk kayu gergaji sebagai bahan dasar briket dikarenakan di dalam kayu terdapat rantai karbon yang berperan dalam proses pembakaran. Serbuk gergaji kayu diambil dari limbah industri kayu. Limbah tersebut umumnya belum ada pengolahan limbah dan belum digunakan secara maksimal sehingga bisa dimanfaatkan seperti briket.

Proses pembuatan rriket sederhana dapat diterapkan oleh masyarakat dengan biaya yang relatif murah. Adapun tahapan pembuatan briket dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Sediakan air dan tepung kanji sebagai bahan pembentuk larutan dan perekat/lem kanji serbuk kayu gergaji.
  2. Campurkan air dan tepung kanji dengan komposisi 1 bagian air dan 9 bagian tepung kanji. Misalnya 1 cup air dicampur dengan 9 cup tepung kanji. Komposisi 1:9 ini dapat disesuaikan agar diperoleh campuran yang sesuai.
  3. Air dan tepung kanji diaduk hingga merata kemudian direbus hingga mendidih dan diperoleh kepekatan yang cukup.
  4. Setelah diaduk dan diperoleh kepekatan yang cukup berupa lem kanji, selanjutnya serbuk kayu gergaji dituangkan di adonan lem kanji tersebut. Aduk serbuk kayu gergaji bersama lem kanji sehingga merata.
  5. Siapkan wadah atau potongan bambu yang berukuran 10 cm dengan diamater 4-5 cm dibuat semacam silinder terbelah dua. Bambu yang terbelah dua diikat dengan karet atau tali rafia kemudian dibuat tempat seperti wadah kue putu. Lapisi sisi alas dengan plastik agar saat adonan lem kanji dan serbuk kayu gergaji dimasukkan tidak turun ke bawah dan keluar dari tempat adonan. Agar tidak terlalu lengket sebaiknya dinding bambu bagian dalam diolesi minyak goreng bekas.
  6. Tuangkan adonan ke dalam tabung bambu kemudian letakkan berdiri. Alas silinder bambu bagian bawah diberi plastik. Jemur sampai kering, kemudian bambu dibuka, maka akan tampak briket kering dengan pelekat lem kanji.

 

Ilustrasi briket dari hasil pencetakan ditunjukkan dalam gambar. Ilustrasi gambar yang ditunjukkan briket yang dihasilkan melalui pembakaran atau berbahan arang atau batu bara. Lubang ditengah briket diperuntukkan proses sirkulasi udara/oksigen yang diperlukan saat proses pembakaran di saat dipergunakan sebagai bahan bakar.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

Tahapan kegiatan penelitian  dilakukan di Jalan Ikan Piranha Atas no 79, Malang pada tanggal 1 – 21 Maret  2014. Tahapan kegiatan penelitian

Mulai Kegiatan
Persiapan Alat & Bahan Eksperimen
Pemilahan Serbuk Kayu Gergaji.
Menyeduh air kanji + Serbuk Kayu Gergaji
Memasak air kanji + Serbuk Kayu Gergaji
Mencetak Briket
Menjemur Briket
Selesai Kegiatan
Uji Bakar Briket

Tahapan Kegiatan Penelitian

Tahapan kegiatan penelitian:

  1. Persiapan alat & bahan

Alat eksperimen meliputi:

(1) Gelas plastik air mineral kosong

(2) Panci perebus air kanji

(3) Sendok penyeduh

(4) Kompor

Bahan eksperimen meliputi:

(1) Serbuk kayu gergaji

(2) Air & Tepung Kanji

(3) Potongan pipa paralon

  1. Pemilahan serbuk kayu gergaji

Sebelum serbuk kayu gergaji di proses untuk menjadi briket maka dipilahkan serbuk           kayu yang betul-betul lembut tidak tercampur potongan/serpihan kayu.

  1. Menyeduh air kanji + Serbuk Kayu Gergaji
  2. Memasak air kanji + Serbuk Kayu Gergaji
  3. Mencetak Briket
  4. Menjemur Briket
  5. Uji Bakar Briket

BAB IV

PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan proses penelitian karya ilmiah untuk menghasilkan briket dari serbuk gergaji kayu sebagai alternatif bahan bahar yang ramah lingkungan. Pembahasan kegiatan mengacu pada metode penelitian.

2.1. Persiapan Alat & Bahan

Alat yang diperlukan untuk kegiatan penelitian adalah:

(1) Gelas plastik air mineral kosong

(2) Panci perebus air kanji

(3) Sendok penyeduh

(4) Kompor

Bahan eksperimen meliputi:

(1) Serbuk kayu gergaji

(2) Air & Tepung Kanji

(3) Potongan pipa paralon

Serbuk gergaji kayu diperoleh dari mengambil hasil limbah kayu di Industri Usaha Pengolahan Penggergajian kayu di sekitar Perumnas Sawojajar II, Malang.

 

 

2.2 Pemilahan Serbuk Kayu Gergaji

Serbuk gergaji kayu hasil pengambilan Industri Usaha Pengolahan Penggergajian kayu di sekitar Perumnas Sawojajar II, Malang dilakukan pemilihan. Serpihan/potongan kayu yang terdapat di serbuk kayu dibuang. Serbuk kayu yang halus dipisahkan dan dimasukan dalam baskom.

2.3. Menyeduh air kanji dan Serbuk Kayu Gergaji

Air dan tepung kanjir dipersiapkan sebagai bahan campuran dari serbuk gergaji kayu

 

Serbuk kayu yang sudah ditakar sebanyak 2 gelas plastik air mineral dicampurkan dengan air kanji. Serbuk gergaji kayu dan air kanji diaduk hingga merata

 

 2.4 Memasak Air Kanji dan Serbuk Kayu Gergaji

            Hasil campuran air kanjir dan seruk gergaji kayu kemudian dimasak sampai kental/lengket

 

2.5.Mencetak Briket

Campuan air kanji dan serbuk gergaji kayu yang sudah lengket (setelah dingin terlebih dahulu) dimasukkan dalam gelas air mineral yang terbuat dari plastik. Diberikan potongan pipa paralon untuk rongga oksigen saat pembakaran nantinya

 2.6. Menjemur Briket

Setelah dicetak maka briket dijemur sampai kering kemudian dilepaskan dari gelas plastik air mineral . Proses pengeringan di lantai 2 dari rumah peneliti agar panas bisa langsung mengeringkan hasil briket.

Gambar 4.6 Proses Penjemuran Cetakan Briket

Gambar 4.7 Hasil Cetakan & Pengeringan Briket

2.7.Uji Bakar Briket

Hasil penjemuran/pengeringan briket kemudian diuji dengan pembakaran. Proses pengujian pembakaran sampel briket

BAB V

PENUTUP

  • Kesimpulan
  1. Serbuk kayu dapat di guna kan sebagai briket .
  2. Briket sebuk kayu dapat diguna kan sebagai alternatif penggati kompor / minyak tanah (kerosin).
  3. Panas briket lebih lama dibandingkan dengan pembakaran serbuk kayu yang diolah sehingga briket lebih lama pembakarannya dan lebih efisien.
    • Saran
  4. Untuk pengembangan industri maka diperlukan model cetakan permanen bisa dikembangkan dari bambu sebagai pengganti gelas plastik mineral atau menggunakan balok cetakan.
  5. Untuk efisiensi pembuatan briket saat memasak serbuk gergaji kayu dan air kanji bisa digunakan kompor yang berbahan briket

DAFTAR PUSTAKA

[1] http://danangslax.blogspot.com/2010/08/macam-macam-briket.html

[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Briket

[3] http://www.ristek.go.id/file/upload/lain_lain/briket/briket_batubara_1.htm

[4] http://pthdtbriketbatubara.blogspot.com/2013/04/jenis-briket.html

PROSES PEMBUATAN BRIKET

Karya Ilmiah Remaja

Ini disusun Oleh:

MUHAMMAD ABDILLAH RAHMANSYAH 9E
NAUFAL ILHAM RAMADHAN 9D
MUHAMMAD RIZKY FRIMANSYAH 9A

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *