Blog

MENUJU GREEN SCHOOL FESTIVAL 2K18

Pada tanggal 28 Agustus 2018, hari Selasa SMP Islam Sabilillah Malang melakukan pembuatan peta isu untuk Green School Festival tahun 2018. Setiap isu mendapat tugas masing-masing, terdapat 9 isu yaitu, isu energy, sampah, literasi teknologi dan informasi, air dan limbah cair, resiko, tanaman, UKS, kantin sehat, peta umum. Pembuatan peta mapping setiap isu dikerjakan oleh kelompok masing-masing, pembuatan peta mapping hanya membutuhkan waktu sehari saja. Setelah pembuatan peta mapping, setiap kelompok akan mempresentasikan hasil dari peta mapping yang sudah kami buat.

Hari Rabu tanggal 29 Agustus 2018, kami akan melakukan aksi lingkungan  untuk setiap isu, contohnya isu literasi teknologi dan informasi. Isu literasi teknologi dan informasi akan melakukan aksi yang berhubungan dengan majalah dinding (mading), majalah, buku bacaan, juga media sosial. Isu literasi teknologi dan informasi akan menghias mading sekolah yang kosong dengan bacaan tentang lingkungan, yang unik juga berbeda dari mading lainnya. Tidak hanya itu, tim isu literasi teknologi dan informasi akan mengupload video tentang lingkungan sekolah yang di upload di Instagram, youtube SMP Islam Sabilillah Malang.

Tujuan dari adanya mading dengan kreasi yang unik juga mengupload video lewat media sosial adalah, agar siswa dan guru makin mengerti seberapa pentingnya menjaga lingkungan, melalui media yang sering dipakai. Mengapa melalui media sosial? Karena, media sosial adalah media yang dapat dilihat oleh siapa saja dan sangat bermanfaat, dan murid disini tidak tertarik untuk membaca tetapi sangat senang dengan media sosial. Jadi tim isu literasi teknologi dan informasi mencari ide yang sesuai dengan kepribadian siswa disini.

Kami juga akan melakukan presentasi pada semua siswa di sekolah ini pada tanggal 30 Agustus 2018, hari Kamis. Setiap tim akan mempresentasikan peta mapping maupun aksi lingkungannya. Presentasi ini akan menyadarkan siswa-siswa dan para guru agar menjaga lingkungan dengan begitu sekolah kami SMP Islam Sabilillah Malang akan menjadi indah dan bersih. Kami ingin jika sekolah kami akan selalu bersih dan indah, tapi bukan jika hanya ada ajang kebersihan. Tapi kami ingin rasa itu muncul dan selalu ada di dalam hati siswa sabilillah.

Oleh Farsya 7B

Read more

Perindah Tempat Sampah untuk Memikat Perhatian

Malang- Siswa SMP Islam Sabilillah Malang berbondong-bondong dalam melakukan pengecatan pada seluruh tempat sampah yang dimilki oleh sekolah. Beberapa siswa yang tergabung pada pogja sampah bekerja sama dengan pogja literasi (28/10/17). Tujuan ini dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat dalam melakukan pembuangan sampah pada tempatnya. Selain itu, dalam kegiatan ini siswa melakukan pengecatan tempat sampah dengan tujuan memudahkan dalam proses pemisahan sampah organik (warna hijau) dan sampah an organik (warna kuning).

Dengan kegiatan ini, beberapa siswa kelas 7 dan 8 wajib yang tergabung pada pogja sampah dan literasi melakukan pengecatan serta membuat stiker bertuliskan Organik dan An Organik. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan cinta linkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tak lupa juga melakukan pemisahan terhadap sampah organik dan anorganik. Dengan harapan agar pengolahan lebih mudah. Dalam hal ini, selain sebagai ajang untuk mencintai lingkungan, juga sekaligus untuk membiasakan wagra sekolah ataupun tamu yang datang untuk membuang sampah pada tempatnya. “Sebagian teman-teman membuang sampah tidak dengan pemilahan sehingga sampah tercampur-campur,” ujar Dhaffin, salah satu anggota pgja sampah.

Pada proses ini siswa sangat antusias dengan didampingi guru penannggung jawab pogja yang bersangkutan, pengecatan sapat terselesaiakan dalam 2 hari lengkap dengan penempelah stiker identitas Organik dan An Organik. Mulai dari melakukan pembersihan cat dasar, kemudian pengeringan, sampai memberikan cat dasar yang baru, dan diakhiri dengan cat warna kuning dan hijau.

Dilingkungan sekolah SMP Islam Sabilillah Malang terdapat kurang lebih 30 tempat sampah. Diantaranya terletak pada masing-masing depan kelas lantai 1, lantai 2, dan lantai 3. Depan masjid, depan LAB IPA, di ruang tata usaha, halaman belakang dan halaman depan, depan koperasi, dll.

Read more

Persiapkan Lingkungan Sehat, Siswa Tanam Pohon Buah dalam Pot

Malang- Aksi Siswa Smp Islam Sabilillah Malang melakukan penananaman buah dalam pot (tabulampot) secara serentak (27/10/17). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu pelaksanaan program sekolah Gerakan Sekolah Bersih (GESBY) yang menjadi rutinitas. Namun, pada kesempatan kali ini sekolah memfokuskan pada tabulampot. Pada kegiatan ini sebagai salah satu bentuk usaha sekolah dalam menciptakan lingkungan sehat. Selain itu juga sebagai ajang  untuk memperingati Peringatan Sumpah Pemuda yang mana sekolah ingin menerapkan kegiatan positif yang tidak melulu fokus pada budaya yang dimiliki Indonesia. Meskipun begitu tidak mengurangi jiwa patriotisme pada Siswa Smp islam Sabilillah Malang .

Dengan tema One Student One Tabulampot pada kegiatan ini, setiap siswa kelas 7 dan 8 wajib menanam satu pohon buah dengan berbagai jenis yang sebelumnya sudah diundi. Kegiatan  penanaman  ini selain sebagai ajang untuk mencintai lingkungan, juga sekaligus untuk menumbuhkan karakter siswa yang mana pada dasarnya sekolah Sabilillah memilki 9 Cinta, salah satunya cinta lingkungan. Dari aksi tabulampot, siswa diharapkan memiliki rasa tanggung jawab dan dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat. Pada dasarnya lingkungan yang memiliki jutaan tanaman akan mampu membentuk lingkungan yang sehat. Karena, pada proses kali ini yang dilakukan mulai dari memilih bibit tanaman, melakukan penanaman, memberikan pupuk, menyiram dan merawatnya. Dalam hal ini setiap kelas telah dibentuk petugas piket sesuai dengan kelompok masing-masing. sehingga dalam proses pemeliharaan tanaman tidak sampai luput. “Ini bukanlah hal yang mudah, butuh ketelatenan dan keterampilan,” ungkap Idi Rathomy Baisa, M.Pd, Kepala SMP Islam Sabilillah Malang.

Pada serangkaian kegiatan pembukaan dan peresmian penanaman buah dalam pot ini, secara simbolis dilakukan penanaman jambu diamond  Idi Rathomy selaku kepala SMP Islam Sabilillah Malang, Joni Setyawan selaku wakil manager iklan Radar malang, dan drg. Ismawarni selaku ketua Majelis Orang Tua Siswa. Keludian disusul secara serentak siswa kelas 7 dan 8 melakukan proses penanaman, mulai dari memasukkan sabut kelapa terlebih dahulu, memberikan tanah yang sudah tercampur dengan sekam dan pupuk kandang yang sebelumnya sudah melalui proses pencampuran, diakhiri dengan menaruh bibit ke dalam pot. Bukan hanya itu, dari rangkaian acara hari ini, para wali murid juga melakukan penanaman tanaman toga. Kegiatan ini, sekaligus menunjang event Green School Festival (GSF).

Ada sekitar 307 bibit tanaman buah yang siap ditanam. Diantaranya, rambutan, kelengkeng kristal, nangka, durian, jambu kristal merah, sawo putih, mangga kelapa, jambu air king rose, dan mangga apel. Selain itu, juga ada sekitar 10 tanaman langka, seperti matoa, gandaria selima putih, gowok, mundu, juwet, rukem, dan lain-lain.

Read more

GSF Membentuk Karakter Cinta Lingkungan

Perhelatan Green School Festival (GSF)  yang telah digagas oleh radar Malang patut mendapatkan apresiasi yang sangat positif dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah. Mengapa seperti itu? Jelaslah bahwa penanaman karakter siswa merupakan point penting dalam pendidikan kita, terutama mengajak siswa mencintai alam sekitar atau lingkungannya. Dengan begitu, secara tidak langsung, siswa sudah diajak secara bersama-sama untuk selalu menjaga, melestarikan, dan menghargai alam sekitarnya. Kebiasaan cinta terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi gaya hidup anak di usia dewasa nanti.

Dalam perhelatan ini, anak secara langsung diharapkan memiliki self  inisiatif  guna menemukan permasalahan di sekolahnya. yang nantinya diharapkan menemukan dan mendiskusikan pemecahan dari permasalahan tersebut. Siswa diajak untuk selalu “ngeh” atau “peka” terhadap isu tentang lingkungan di sekitarnya. Kepekaan inilah nantinya yang menjadikan siswa untuk selalu care terhadap lingkungan dan berdampak positif  bagi lingkungan, tempat tinggalnya. Dalam kegiatan GSF ini, siswa secara langsung terlibat dan berperan aktif dalam menemukan isu dan permasalahan yang ada di lingkungan sekolahnya. Ini artinya sangat penting bagi kehidupannya kelak, sehingga dia memiliki sikap percaya diri menyelesaikan permasalahan hidupnya. Di samping itu sikap kerja sama dengan kelompok saat melakukan pemetaan isu dan mempresentasikan hasil pemetaannya juga mampu membangun sikap sosial anak dengan baik. Kemampuan kolaborasi ini merupakan skill yang harus dipupuk sejak dini untuk kehidupannya kelak.

Kita ketahui bersama bahwa isu lingkungan saat ini sangat mendesak untuk dilakukan tindakan yang nyata di masa ini. Banyak terjadi kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Bahkan  setiap tahun, ada saja kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia bahkan luar negeri pun. Misalnya saja, banjir, tanah longsor, dan  banyaknya pembakaran hutan di Indonesia, ini adalah akibat dari oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan gambaran tersebut,  GSF adalah sesuatu kegiatan yang mampu memberikan gambaran bagi anak untuk selalu memiliki karakter cinta terhadap lingkungan.

Melihat antusiasme siswa, sekolah, guru, dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan GSF ini, akan secara langsung memiliki konstribusi dalam membentuk jejaring yang kuat dalam pembentukan karakter cinta lingkungan. Diakui atau tidak untuk penanaman karakter cinta lingkungan ini memang perlu mendapat perhatian khusus dari semua komponen, baik siswa, guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Gerakan yang di mulai dari budaya sekolah ini sangatlah efektif dilakukan mengingat sebagian waktu anak  dihabiskan di sekolah. Bila sekolah menjadi cermin lingkungan yang sehat dan ramah terhadap lingkungan, secara otomatis anak akan ‘meniru’ dan mengaplikasikannya dalam kehidupan di rumah, dan di lingkungan sekitarnya.

Dengan kegiatan GSF ini, sekolah terlihat memiliki inisiatif  untuk melakukan perbaikan terhadap lingkungan sekolahnya. Beberapa dari mereka berupaya membedakan sampah antara  sampah plastik, daun, dan kertas, mengolah sampah yang asalnya barang yang tidak berguna menjadi barang yang berguna dan kemudian dipasarkan, menciptakan iklim untuk hemat energi, mengurangi resiko, berupaya menciptakan ketertiban, keindahan, dan kerindangan di sekolah, serta menciptakan dan membudidayakan  potensi yang dimiliki sekolah sehingga menjadikan sekolah unggul terhadap lingkungan. Menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang sehat, ramah terhadap lingkungan, menjaga dan merawat lingkungan sekitar dengan baik. hanya tampilan fisik sekolah yang hijau/rindang, tetapi wujud sekolah yang memiliki program dan aktivitas pendidikan mengarah kepada kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan hidup. Program pendidikan karakter cinta lingkungan ini benar-benar dikemas secara partisipatif penuh, percaya diri, berkolaborasi, berpikiran kritis, komunikatif, mengaktifkan dan menyeimbangkan antara aksi dan reaksi sehingga setiap anak memiliki sikap inisiatif dan peduli terhadap lingkungannya.  Kegiatan GSF ini ternyata mampu dijadikan indikator sekolah peduli dan berbudaya terhadap lingkungan. Jadi sudahkah kita berbudaya terhadap lingkungan?kusmiati

Read more