Blog

Akulturasi 3 Musik, Juara Pertama Nasional

Akulturasi 3 Musik, Juara Pertama Nasional

MALANG KOTA – Tahun lalu grup musik orkestra  SMP Islam Sabilillah Malang sukses menorehkan prestasi prestisius di tingkat nasional. Mengikuti lomba cover lagu ”Hubbul Wathan” di tingkat nasional, mereka pun keluar sebagai juara pertama. Akulturasi musik dari 3 budaya menjadi senjata utama grup musik tersebut. Mereka melakukan penggabungan dari musik band, violin, cello (instrumen musik orkestra), gamelan Jawa, dan al-banjari.

Tiara Azalia Aronggear, pemain biola dari Grup Musik Orkestra SMP Islam Sabilillah Malang, mengatakan bahwa konsep itu murni berasal dari seluruh anggota. ”Jadi, uniknya orkestra di sini itu aransemen orkestranya digabung sama band dan alat musik tradisional. Seperti angklung dan gamelan,” terang dia. Sebelum turun lomba, dia menjelaskan bila grup musiknya harus melalui proses latihan dan aransemen lagu selama 2 bulan.

”Kalau main bareng dalam satu orkestra kan harus bisa kompak dan harmonis sama pemain lain. Maka dari itu latihannya harus lebih intensif,” imbuh Tiara. Catatan prestasi tahun lalu membuat grup musik orkestra mereka mendapat predikat juara bertahan. Sebab, di tahun sebelumnya, mereka juga keluar sebagai juara pertama. Selain dijadwalkan turun dalam lomba, grup musik mereka juga menjadi penampil rutin dalam ajang Symphony Khasanah Bangsa (SKB) Siswa Sabilillah. ”Kami saat ini juga berlatih buat SKB, selain itu kami juga pernah lho juara 6 lomba band yang diadakan Radar Malang,” tutupnya.

Penyunting : Errica
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya

https://radarmalang.jawapos.com/akulturasi-3-musik-juara-pertama-nasional/

Read more

Siswa Sabilillah Berebut Terbaik di FLOSS 2020

MALANG – Pemandangan berbeda terlihat di Kampus 2 Sekolah Islam Sabilillah Malang, Jalan Terusan Ikan Piranha Atas Kota Malang, Rabu (15/1) . Sejumlah siswa sibuk dengan berbagai aktivitas olahraga, mulai tenis meja, voli, basket, futsal dan karate. Ada juga beberapa kelompok siswa yang bermain catur di ruang kelas.
Mereka tengah mengikuti Festival dan Lomba Olahraga dan Seni (FLOSS) Sabilillah yang digelar terpadu di lingkungan LPI Sabilillah yang digelar mulai Selasa (14/1) hingga Rabu (15/1) . Hari pertama fokus pada bidang seni. Sedangkan hari kedua, lomba khusus pada bidang olahraga.  Meskipun dilaksanakan di tingkat lembaga, tidak mengurangi semangat siswa berlomba. Karena FLOSS merupakan ajang seleksi siswa-siswi hebat di bidang non akademik, yang nantinya akan diutus sekolah ke berbagai ajang perlombaan.
“Ya kami harus latihan, meskipun berlomba dengan teman sendiri. Karena semua pasti menginginkan menjadi yang terbaik dan bisa menjadi utusan sekolah kalau ada lomba-lomba,” kata Claudya Ifentri salah satu siswa kelas XI ini.
Claudya merupakan salah satu siswa yang aktif di ekstra karate SMA Islam Sabilillah. Ia dan kawan-kawannya dari ekstra karate unjuk kebolehan di depan pelatih yang bertindak sebagai juri. Demikian juga siswa SD Islam Sabilillah dan SMP Islam Sabilillah Malang Boarding School yang aktif di program pengembangan bakat karate.
Termasuk juga bidang olahraga lain, semua berlomba untuk menjadi yang terbaik. Dan mendapat tiket untuk berlomba di luar Sabilillah.
Sekretaris LPI Sabilillah Malang, Ali Affandi, S.Pd., M.Pd, menjelaskan, FLOSS merupakan ajang perlombaan bagi siswa Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA) di bidang non akademik. Kegiatan itu sebagai evaluasi atau ujian bagi siswa yang selama satu tahun mendapat pembinaan di bidang minat dan bakat.
“Ini kesempatan bagi kami para guru dan jajaran pelatih untuk menilai sejauh mana kemampuan siswa yang selama ini aktif di program ekstrakurikuler,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, FLOSS kali ini gelaran kali keempat sebagai ajang kreasi bagi siswa-siswi yang berbakat. Sekaligus menyeleksi mereka sebagai bibit-bibit unggul yang nantinya akan mewakili sekolah untuk mengikuti FLS2N, O2SN dan lomba-lomba lainnya.
“Setiap lomba kita tentukan tiga juara. Yang nantinya akan mendapat pembinaan yang lebih intensif dari pelatih, agar lebih siap,” terangnya.
Ali mengungkapkan floss tahun ini diikuti sebanyak 889 siswa. Dari satuan pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA Islam Sabilillah. (imm/aim)

https://malang-post.com/berita/detail/siswa-sabilillah-berebut-terbaik-di-floss-2020

Read more

Orang Tua, Guru, dan Murid Kerjasama demi Assembly Budaya 2019 SMP Islam Sabilillah Malang

SURYAMALANG.COM,LOWOKWARU -Wali murid SMP Islam Sabilillah Malang yang tergabung dalam Majelis Orang Tua Siswa (MOS) bekerja sama dengan guru dan murid untuk mewujudkan Assembly Budaya 2019.

Assembly Budaya 2019 diadakan di SMP Islam Sabilillah jalan Terusan Ikan Piranha Atas nomer 135 Kecamatan Lowokwaru,Kota Malang,Sabtu (23/11/2019).

Menurut Yuni, Wakil ketua MOS acara ini merupakan acara yang harus terus diadakan karena membantu anak-anak untuk berkenalan dengan Budaya Indonesia.

“Sangat bagus untuk mengenalkan budaya yang ada di Indonesia, kaya kelas 8 tentang suku kelas 7 tentang candi,” terangnya.

Lebih lanjut Yuni menerangkan bahwa selain anak-anak dan guru, para orang tua juga bekerja keras untuk melancarkan pelaksanaan Assembly Budaya 2019 ini.

“jadi orang tua anak guru itu saling mendukung tanpa ada kerjasama yang bagus itu acara ini tidak akan terlaksana,” katanya.

Bahkan Yuni dan orang tua murid lainnya membantu untuk mendirikan stan sampai dini hari.

“Jum’at jam 9 pagi sampai jam 1 malam,” paparnya.

Melihat kesuksesan acara ini, Yuni berharap bahwa setelah acara ini selesai anak-anak mendapatkan wawasan yang lebih banyak tentang budaya Indonesia.

 

https://suryamalang.tribunnews.com/2019/11/23/orang-tuagurudan-murid-kerjasama-demi-assembly-budaya-2019-smp-islam-sabilillah-malang. Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri Editor: Dyan Rekohadi

Read more

Assembly Budaya 2019 SMP Islam Sabilillah Malang

SURYAMALANG.COM,LOWOKWARU – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Sabilillah Malang mengadakan acara Assembly Budaya 2019 dengan tema “Budayaku Kebanggaanku”.

Acara tersebut diadakan di SMP Islam Sabilillah jalan Terusan Ikan Piranha Atas nomer 135 Kecamatan Lowokwaru,Kota Malang,Sabtu (23/11/2019).

Assembly Budaya 2019 tersebut merupakan acara tahunan yang diadakan SMP Islam Sabilillah Malang, tahun ini mereka mengambil tema “Budayaku Kebanggaanku”.

Read more

Topeng Identitas Diriku

Oleh: Olivia Zahra K.(7C)

Pada hari Minggu yang cerah, Bagas dan Dimas pergi ke sebuah pekan budaya yang terletak tidak jauh dari Museum Brawijaya Malang. Mereka berdua merupakan pelajar berumur 12 tahun dari sekolah yang sama. Bagas dan Dimas diberi tugas dari sekolah mereka untuk membuat karya tulis bertema budaya Jawa Timur, akhirnya setelah lama berpikir mereka meutuskan untuk memilih Topeng Malangan sebagai tema karya tukis mereka karena selain
memiliki bentuk yang unik Topeng Malangan memiliki 76 karakter yang berbeda yang terbagi menjadi 4 bagian besar.
Mereka pun mulai berjalan mengitari pekan budaya yang dipenuhi oleh wisatawan bahkan pelajar dari bermacam-macam sekolah. Berbagai macam budaya Malang ditunjukkan mulai dari sejarah kota Malang, para pahlawan, baju adat, makanan khas, Topeng Malangan dan banyak lagi.

 

selanjutnya klik disini

Read more

SEUNTAI HARAPAN DAN SEHELAI PENYELESAIAN

Oleh Aliefia Taftazani Achsan

Pagi itu, Adit dan kedua kawannya melakukan kunjungan ke sebuah Museum untuk melakukan wawancara dengan salah satu petugas Museum, dan jika diperkenakan mereka ingin bertanya langsung pada Kurator Museum tersebut. Pada pagi yang cerah itu, mereka berkumpul di rumah Fahri.Fahri adalah salah satu dari kawan Adit. Karena mereka akan berangkat ke Museum dengan diantarkan oleh Ayah Fahri. Sesampainya di Museum, Adit, Fahri, dan Farhan
tidak dapat menahan diri mereka yang memang sangat tertarik dengan hal yang berbau sejarah. Mereka pun melihat seisi Museum yang sangatlegendaris tersebut, dan saat mereka berkeliling
tiba-tiba dihadapan mereka tampak seorang berdiri tegap dan orang tersebut adalah Kurator Museum legendaris itu.

 

selanjutnya klik link ini

Read more

Petualangan Selendang Kuning

Oleh Alya Nurul Izza

Namaku Nina. Umurku baru 12 tahun. Aku merupakan salah satu anak didikan Sanggar Tari Tradisional Mentari. Disini aku belajar banyak tari tradisional, baik tarian dari Sumatra hingga tarian dari Papua. Aku mempunyai dua sahabat di sanggar tari ini mereka adalah Melly dan Kelvin. Melly, dia seumuran denganku. Melly sangat pandai menari, dia selalu mengajari temannya tentang berbagai tarian. Tapi Melly sangat penakut , dia selalu takut dengan hal gaib, entah kenapa dia sangat takut dengan hal gaib.
Kelvin, dia juga seumuran denganku. Kelvin sangat periang, dia tidak suka melihat temannya bersedih, jadi dia selalu menghibur temannya yang bersedih agar bisa bahagia kembali. Tetapi dia selalu menjahiliku, saat waktu pulang dia sering menyembunyikan sepatuku di suatu tempat. Walupun Kelvin
begitu, dia tetap sahabatku yang terbaik.

 

selanjutnya klik link ini

Read more

Menur Solusi Sulitnya Menulis Cerita Pendek

Oleh Kusmiati, S.Pd

Pernyataan itu mengingatkan saya bahwa pentingnya manusia untuk bekerja
sama, berkelompok dan berkolaborasi, satu dengan yang lainnya. Dalam kehidupan kita
sebenarnya tidak terlepas dari bantuan orang lain. Bayangkan saja, sejak kita dalam
kandungan sudah membutuhkan ibu untuk mensuplai makanan melalui plasenta. Kita
lahir pun membutuhkan bantuan bidan/dokter dalam persalinan. Saat bayi kita juga
membutuhkan bantuan ibu kita untuk memandikan, mengganti popok, membuatkan
susu dan menyuapi makanan. Ketika kita beranjak menjadi remaja dan dewasa pun kita
membutuhkan teman, guru, kakak, adik, saudara, tetangga bahkan orang yang sama
sekali tidak kita kenal sebelumnya. Sampai pada akhirnya kita juga membutuhkan
orang lain untuk mensucikan dan menguburkan saat kematian itu datang. Berbagi dan
terus memberikan konstribusi bagi yang lain itu sangat penting artinya dalam
memaknai hidup ini. Lantas apa hubungannya bekerja sama dengan orang lain dan
mengajarkan keterampilan menulis cerpen?

 

 

selanjutnya klik link ini

 

Read more

Majelis DZIKIR BINA QOLBU SEKOLAH SABILILLAH

Aqidah bukan hanya sebagai fondasi keagamaan bagi seseorang tetapi aqidah juga memiliki fungsi dalam berkeluarga. Peran keluarga dalam menanamkan etika Islam kepada anak sangatlah penting agar anak kita tumbuh dengan karakter yang baik serta mampu menaati aturan-aturan Allah SWT. Tentu, membangun prinsip aqidah dalam keluarga bukanlah sesuatu yang mudah, lalu langkah apa sajakah yang harus dilakukan agar kita senantiasa istiqomah membangun keluarga yang senantiasa menanamkan dan menjaga aqidah?

Majelis Dzikir Bina Qalbu akan hadir pada Sabtu, 13 Januari 2018 mengupas kajian tentang hal tersebut. Di kemas dalam dakwah dan parenting Islami, kegiatan ini mengupas berbagai kajian islami untuk membangun integrasi orang tua, siswa, dan sekolah dalam membangun keluarga sesuai tuntunan Islam.

Read more