Blog

Menur Solusi Sulitnya Menulis Cerita Pendek

Oleh Kusmiati, S.Pd

Pernyataan itu mengingatkan saya bahwa pentingnya manusia untuk bekerja
sama, berkelompok dan berkolaborasi, satu dengan yang lainnya. Dalam kehidupan kita
sebenarnya tidak terlepas dari bantuan orang lain. Bayangkan saja, sejak kita dalam
kandungan sudah membutuhkan ibu untuk mensuplai makanan melalui plasenta. Kita
lahir pun membutuhkan bantuan bidan/dokter dalam persalinan. Saat bayi kita juga
membutuhkan bantuan ibu kita untuk memandikan, mengganti popok, membuatkan
susu dan menyuapi makanan. Ketika kita beranjak menjadi remaja dan dewasa pun kita
membutuhkan teman, guru, kakak, adik, saudara, tetangga bahkan orang yang sama
sekali tidak kita kenal sebelumnya. Sampai pada akhirnya kita juga membutuhkan
orang lain untuk mensucikan dan menguburkan saat kematian itu datang. Berbagi dan
terus memberikan konstribusi bagi yang lain itu sangat penting artinya dalam
memaknai hidup ini. Lantas apa hubungannya bekerja sama dengan orang lain dan
mengajarkan keterampilan menulis cerpen?

 

 

selanjutnya klik link ini

 

Read more

OPINI : MEMBELAJARKAN BASA JAWA MELALUI KARAOKE

Anak adalah individu dengan kemampuan belajar yang tinggi. Cukup dengan melihat, otak bekerja dan proses pembelajaran pun terjadi. Hanya dengan mendengarkan pembicaraan orang dewasa atau menonton acara televisi, seorang anak dapat mempelajari bahasa. Uniknya, anak-anak juga dapat dengan cepat mempelajari berbagai macam bahasa melalui nyanyian lagu karaoke (Kesaint Blanc Weekly ; 2009)

Adanya Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur No. 188/188/KPTS/013/2005 tentang tentang pembelajaran Basa Jawa pada strata pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK membawa angin segar dalam upaya melestarikan bahasa Jawa sebagai khazanah budaya bangsa yang patut untuk dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Menjadi tantangan tersendiri bagi guru Basa Jawa agar anak senang dalam belajar  yang pada akhirnya mengenal dan mampu berbahasa Jawa.

Pembelajaran bahasa yang paling mudah dan cepat  bagi anak dapat dilakukan dengan cara  menyanyikan lagu karaoke. Tak terkecuali pembelajaran bahasa Jawa yang menurut beberapa anak merupakan bahasa kedua bahkan bahasa ‘asing’ bagi mereka. Mengingat semakin langkahnya penggunaan bahasa Jawa di lingkungan keluarga masyarakat Jawa saat ini. Kalaupun dikenalka kepada anak, cenderung bahasa Jawa yang dikenal adalah bahasa Jawa pasaran atau ‘ ngoko’ bukan  bahasa Jawa halus atau ‘krama.’

Dewasa ini, karaoke bukanlah suatu hiburan bagi orang dewasa saja, tetapi juga bagi anak-anak. Ketika sedang menyanyikan lagu, seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga hanyut dalam irama musiknya. Mereka mengikuti kata-kata dalam liriknya sekaligus menikmati warna-warni gambarnya pada waktu yang bersamaan. Ada banyak lagu bahasa Jawa yang cocok bagi anak-anak seperti lagu dolanan (Gundul-gundul Pacul, Prahu Layar, Mbok Jamu, dll) bahkan anak bisa menyanyikan tembang macapat. Dengan  Karaoke membuat anak belajar bahasa Jawa dengan lebih baik dan menyenangkan.

Seberapa pentingkah manfaat berkaraoke dalam mengenalkan tembang basa Jawa kepada anak-anak? Menurut  penelitian Profesor Tanigawa, ada 9 efek positif yang ditimbulkan ketika kita berkaraoke, yaitu :  (1)  Menjadikan Pernafasan Lebih Baik. Saat bernyanyi anak-anak menggunakan seluruh tubuh untuk bernafas dengan lebih santai. Otot diafragma akan melengkung ke bawah, paru-paru mengembang lebih lengkap. Otot perut yang lebih santai memungkinkan tubuh bernafas lebih aktif dan sehat, (2). Mengoksidasi Darah. Ketika anak-anak menggunakan seluruh tubuh untuk bernafas, volume oksigen yang mengaliri seluruh tubuh akan makin besar. Sel-sel tubuh yang dialiri oksigen berfungsi lebih baik dan menciptakan energi baru bagi pemiliknya, (3). Merangsang Aktivitas Otak. Bernyanyi memerlukan pemikiran. Saat bernyanyi, anak-anak  perlu mengikuti lirik, melodi dan irama, serta kata-kata yang menghubungkannya dengan emosi. Saat bernyanyi udara akan banyak mengalir ke otak pada bagian neuron yang mengintegrasikan aktivitas fisik, emosional dan psikologis untuk merasa gembira, (4). Melepaskan Hormon Bahagia. Hormon endorphine yang dikeluarkan saat bernyanyi bermanfaat menciptakan rasa senang dan kebahagiaan dengan memicu saraf dan fisik. Nyanyian Anda dan teman-teman, meski tidak terdengar sesempurna penyanyi profesioanl, selain bisa menghibur orang lain juga menciptakan rasa senang, (5). Mengurangi Stres. Ketika Anda merasa senang, tingkat stress Anda otomatis menurun. Endorfin membantu mengurangi stress dan gelisah. Saat menyanyikan sebuah lagu dengan perasaan mendalam tubuh bernafas lebih dalam dan memperlambat denyut jantung serta mengurangi kecemasan berlebihan. Saat stress, buang kepenatan dengan menyanyikan lagu-lagu kesukaan dan bergembiralah. (6). Membangun Kepercayaan Diri. Jika berbicara di depan umum masih merupakan ketakutan utama Anda, maka mulailah dengan bernyanyi di karaoke dengan sahabat dan orang terdekat. Bernyanyi mampu membangun rasa percaya diri karean Anda menjadi orang yang sangat terbuka. Bila Anda telah berani berbagi suara dan musik, akan lebih mudah mengatasi ketakutan dan grogi.(7). Meningkatkan Memori. Bernyanyi membuat Anda sedikitnya harus membaca lirik dan mengikuti nasa. Cara ini bagus untuk merangsang wilayah otak yang terlibat dengan memori, belajar dan konsentrasi. (8). Meningkatkan Kreativitas. Saat membangun rasa percaya diri dan merangsang jiwa seni dengan bernyanyi, tanpa Anda sadari secara bersamaan Anda juga telah menumbuhkan jiwa kreatif. Anda akan keluar dari kotak dan menjadi seorang pribadi yang produktif dan inovatif. (9). Menciptakan Suara Yang Bertenaga. Profesi pembicara, presenter, guru, pendeta atau dalam bisnis terkait penjualan, akan mendapatkan keuntungan dari belajar menyanyi. Suara merupakan instrument penting. Dan bernyanyi memberi Anda keahlian berbicara dengan suara bertenaga, kuat dan percaya diri yang terpancar dari suara Anda. Semua manfaat itu bisa dirasakan dari frekuensi menyanyi yang rutin.

Mengingat begitu banyaknya manfaat yang didapatkan oleh anak-anak dalam berkaraoke dengan tembang basa Jawa, tidak ada salahnya jika guru basa Jawa turut kreatif dalam membelajarkan anak didiknya. Agar tidak ada kesan lagi bahwa pembelajaran basa Jawa itu membosankan dan tidak menarik.

Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan adalah  Bagaimana berkaraoke dapat membantu anak memahami bahasa Jawa?

Hal pertama yang dapat dilakukan oleh seorang guru ketika anak menyanyikan tembang macapat, disadari atau tidak mereka sekaligus belajar menggunakan aksen dan intonasi bahasa Jawa dengan tepat. Aktivitas ini tentunya diperlukan untuk proses pembelajaran berikutnya di mana anak mulai berbicara bahasa Jawa dengan lancar dan jelas pengucapannya. Kedua, anak juga bermain dengan kata-kata sekaligus menjadikannya cara belajar yang menyenangkan pada saat ia menyanyikan lagu dalam bahasa Jawa. Selain itu, kebiasaan ini juga menumbuhkan kepercayaan diri untuk berpartisipasi secara verbal. Hal ini kelak menghilangkan perasaan tidak nyaman saat berbicara dalam bahasa Jawa karena sudah terbiasa menggunakannya sejak kecil.
Ketiga, membiasakan anak menyanyikan lagu bahasa Jawa dapat merupakan sebuah latihan untuk memusatkan perhatian. Anak harus berkonsentrasi pada saat bernyanyi (berkaraoke) dengan memusatkan perhatian untuk mengikuti lirik lagu. Hal ini memicu kemampuan mendengar dan menyimak anak menjadi semakin baik. Yang keempat, dan yang paling penting, menyanyikan lagu-lagu bahasa Jawa sudah pasti mengenalkan anak kepada kosakata dan tata bahasa Jawa sederhana sejak dini.

Dapat disimpulkan bahwa anak dianjurkan mengenal bahasa Jawa dengan berkaraoke sejak usia dini. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan menyanyikan lagu-lagu bahasa Jawa yang berirama sederhana atau sudah banyak dikenal oleh anak itu sendiri. Dengan demikian, mereka tinggal mengikuti liriknya dan tidak merasa kesusahan. Selain melatih mereka untuk mendengar dan memusatkan perhatian, hal ini juga melatih daya ingat mereka. (Kusmiati, S.Pd Guru Bahasa Jawa SMP Islam Sabilillah Malang)

Read more

WAWANCARA ORANG TUA DAN REFERENSI SURAT KABAR ATAU INTERNET DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI Oleh Kusmiati, S.Pd. *)

  1. Pendahuluan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia. Oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) tersebut perlu adanya penyesuaian-penyesuaian, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor pengajaran di sekolah. Salah satu faktor tersebut adalah media pembelajaran, karena dengan adanya media dalam pembelajaran dapat membantu para guru dan staf pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran serta lebih cepat dan lebih mudah ditangkap oleh para siswa. Media memiliki kekuatan-kekuatan yang positif dan sinergi yang mampu merubah sikap dan tingkah laku ke arah perubahan yang kreatif dan dinamis. Sehubungan dengan hal itu, peran media sangat dibutuhkan dalam pembelajaran dimana dalam perkembangannya saat ini media bukan lagi dipandang sekendar alat bantu tetapi merupakan bagian yang integral dalam pendidikan dan pembelajaran.

Dalam pembelajaran menulis Teks Laporan Hasil Observasi kelas VII, digunakan media wawancara orang tua dan mencari berbagai sumber dari internet, surat kabar atau majalah guna mendukung pembelajaran. Media ini diharapkan sangat efektif untuk merangsang siswa tertarik dalam pembelajaran menulis Teks Laporan Hasil Observasi. Dengan media ini memungkinkan siswa dapat belajar lebih kaya lagi tentang lingkungan dan mencarinya dari berbagai sumber tertulis dan lisan, di samping itu juga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kreatif,  menghargai, mencintai dan bangga terhadap lingkungan alam sekitarnya, terutama alam Indonesia.

 

  1. Tujuan

Melakukan wawancara dan mencari berbagai sumber dari internet dan surat kabar tentang lingkungan hidup, siswa menuliskan apa yang sudah dibaca dan didengarkan, kemudian mencoba untuk menuliskannya dalam sebuah teks Laporan Hasil Observasi sesuai dengan struktur teksnya.

 

  1. Alat dan Bahan
  • Pertanyaan untuk wawancara yang dibuat oleh siswa sesuai dengan tema.
  • Internet dan surat kabar
  1. Langkah Kerja
  • Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil beranggotakan antara 3-6 orang.
  • Masing-masing kelompok ditugasi memilih topik tertentu sesuai dengan tema yang telah ditentukan yaitu tentang lingkungan hidup.
  • Siswa beserta kelompoknya merancang wawancara dengan orang tuanya dan mencari sumber dari internet dan surat kabar.
  • Hasil wawancara itu digunakan sebagai bahan dalam menyusun teks laporan hasil observasi.
  • Hasil Produknya

 

*) Guru Bahasa Indonesia & Bahasa Daerah SMP Islam Sabilillah Malang

Read more

WEEKDAYS SPINNING WHEEL by Nur Lailiyah, S.Pd. *)

WEEKDAYS SPINNING WHEEL adalah media pembelajaran yang cukup menarik dan promote speaking siswa. Mengapa demikian, karena media ini menuntut semua siswa untuk berbicara terkait weekdays. Jika pada umumnya pembelajaran weekdays hanya diawali dengan guru mengajak siswa bernyayi Sunfday, Monday, Thursday,…. Kemudian diakhiri dengan menjawab latihan soal saja, maka dengan menggunakan media ini pembelajaran bisa dibuat lebih inovatif dan variatif serta yang terpenting siswa dapat berlatih berbicara disini.

Spinning wheel adalah media berbentuk roda /bundar dengan  cara pemakaianya yaitu diputar.

Media ini memiliki jarum jam yang akan mengarah kepada days tertentu jika diputar.

Media ini cukup menarik bagi siswa, khususnya dalam pembelajaran materi weekdays, karena semua siswa tertantang dan berlatih berfikir cermat untuk menyebutkan nama–nama hari dalam kalimat.

Prosedur penggunaan weekdays spinning wheel;

  1. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 sampai 7 siswa.
  2. Masing-masing kelompok mendapatkan satu buah media weekdays spinning wheel
  3. Setiap anak dalam kelompok secara bergantian memutar media spinning wheel.
  4. Jika jarum spinning wheel berhenti pada salah satu days tertentu maka dia harus menyebutkan days yang diminta. Contohnya;
  • Jarum spinning wheel mengarah ke SATURDAY Between

Maka siswa akan menyebutkan  hari sebelum dan sesudah Saturday seperti; SATURDAY, THE DAY BETWEEN FRIDAY AND SUNDAY IS SATURDAY.

  • Jarum spinning wheel mengarah ke THURSDAY After

Maka siswa akan menyebutkan hari setelah thursday seperti;

THURSDAY, THE DAY AFTER THURSDAY IS FRIDAY.

  • Jarum spinning wheel mengarah ke SUNDAY Before

Maka siswa akan menyebutkan hari sebelum Sunday seperti;

SUNDAY, THE DAY BEFORE SUNDAY IS SATURDAY

Dan seterusnya.

 

  1. Siswa lainnya memperhatikan temannya bermain dan mengoreksi jika ada penyebutan days yang salah dengan mengucapakan YES jika benar dan NO jika salah. Sehingga semua siswa baik yang bermain maupun yang menunggu giliran bermain bisa mendengarkan dan berkonsentrasi pada aktifitas tersebut.
  2. Selamat mencoba…!

 

*) Guru Bahasa Inggris SMP Islam Sabilillah Malang

Read more

Karya Guru

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In luctus eget turpis vitae feugiat. Etiam ut erat urna. Sed quis enim id mi aliquam rhoncus. Integer porttitor rutrum hendrerit. Mauris lectus augue, laoreet eget malesuada ac, venenatis eu tortor. Aliquam id ultrices sem. Ut scelerisque egestas sodales. Vivamus ullamcorper tempus tortor, nec elementum dolor suscipit sed. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Donec vitae nisi ultricies purus mollis faucibus. Integer at porttitor lectus. Vestibulum mollis hendrerit risus quis auctor. Nunc tincidunt augue vel ante rutrum molestie.

Quisque fermentum blandit rutrum. Nulla aliquet tortor metus, eu sodales massa ultricies at. Ut tempus odio metus, eu euismod sapien sagittis et. Fusce eu maximus nulla. Donec eget laoreet augue. Vestibulum lectus tellus, lacinia condimentum eros sed, varius volutpat nibh. Morbi egestas faucibus nulla sit amet viverra. Donec ac ultrices purus, eu consequat leo. Quisque arcu nisl, gravida vel scelerisque at, fringilla vitae velit. Sed quam risus, malesuada et consequat vel, efficitur non enim.

Aliquam vel interdum arcu. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc blandit feugiat tincidunt. In iaculis nisi sed urna commodo, id varius neque condimentum. Integer sollicitudin gravida ipsum, at gravida velit posuere et. Aliquam vel lorem ac quam iaculis euismod in quis massa. Fusce porta lectus erat, ac ultricies ante feugiat sit amet.

Read more