Blog

GSF Membentuk Karakter Cinta Lingkungan

Perhelatan Green School Festival (GSF)  yang telah digagas oleh radar Malang patut mendapatkan apresiasi yang sangat positif dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah. Mengapa seperti itu? Jelaslah bahwa penanaman karakter siswa merupakan point penting dalam pendidikan kita, terutama mengajak siswa mencintai alam sekitar atau lingkungannya. Dengan begitu, secara tidak langsung, siswa sudah diajak secara bersama-sama untuk selalu menjaga, melestarikan, dan menghargai alam sekitarnya. Kebiasaan cinta terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi gaya hidup anak di usia dewasa nanti.

Dalam perhelatan ini, anak secara langsung diharapkan memiliki self  inisiatif  guna menemukan permasalahan di sekolahnya. yang nantinya diharapkan menemukan dan mendiskusikan pemecahan dari permasalahan tersebut. Siswa diajak untuk selalu “ngeh” atau “peka” terhadap isu tentang lingkungan di sekitarnya. Kepekaan inilah nantinya yang menjadikan siswa untuk selalu care terhadap lingkungan dan berdampak positif  bagi lingkungan, tempat tinggalnya. Dalam kegiatan GSF ini, siswa secara langsung terlibat dan berperan aktif dalam menemukan isu dan permasalahan yang ada di lingkungan sekolahnya. Ini artinya sangat penting bagi kehidupannya kelak, sehingga dia memiliki sikap percaya diri menyelesaikan permasalahan hidupnya. Di samping itu sikap kerja sama dengan kelompok saat melakukan pemetaan isu dan mempresentasikan hasil pemetaannya juga mampu membangun sikap sosial anak dengan baik. Kemampuan kolaborasi ini merupakan skill yang harus dipupuk sejak dini untuk kehidupannya kelak.

Kita ketahui bersama bahwa isu lingkungan saat ini sangat mendesak untuk dilakukan tindakan yang nyata di masa ini. Banyak terjadi kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Bahkan  setiap tahun, ada saja kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia bahkan luar negeri pun. Misalnya saja, banjir, tanah longsor, dan  banyaknya pembakaran hutan di Indonesia, ini adalah akibat dari oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan gambaran tersebut,  GSF adalah sesuatu kegiatan yang mampu memberikan gambaran bagi anak untuk selalu memiliki karakter cinta terhadap lingkungan.

Melihat antusiasme siswa, sekolah, guru, dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan GSF ini, akan secara langsung memiliki konstribusi dalam membentuk jejaring yang kuat dalam pembentukan karakter cinta lingkungan. Diakui atau tidak untuk penanaman karakter cinta lingkungan ini memang perlu mendapat perhatian khusus dari semua komponen, baik siswa, guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Gerakan yang di mulai dari budaya sekolah ini sangatlah efektif dilakukan mengingat sebagian waktu anak  dihabiskan di sekolah. Bila sekolah menjadi cermin lingkungan yang sehat dan ramah terhadap lingkungan, secara otomatis anak akan ‘meniru’ dan mengaplikasikannya dalam kehidupan di rumah, dan di lingkungan sekitarnya.

Dengan kegiatan GSF ini, sekolah terlihat memiliki inisiatif  untuk melakukan perbaikan terhadap lingkungan sekolahnya. Beberapa dari mereka berupaya membedakan sampah antara  sampah plastik, daun, dan kertas, mengolah sampah yang asalnya barang yang tidak berguna menjadi barang yang berguna dan kemudian dipasarkan, menciptakan iklim untuk hemat energi, mengurangi resiko, berupaya menciptakan ketertiban, keindahan, dan kerindangan di sekolah, serta menciptakan dan membudidayakan  potensi yang dimiliki sekolah sehingga menjadikan sekolah unggul terhadap lingkungan. Menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang sehat, ramah terhadap lingkungan, menjaga dan merawat lingkungan sekitar dengan baik. hanya tampilan fisik sekolah yang hijau/rindang, tetapi wujud sekolah yang memiliki program dan aktivitas pendidikan mengarah kepada kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan hidup. Program pendidikan karakter cinta lingkungan ini benar-benar dikemas secara partisipatif penuh, percaya diri, berkolaborasi, berpikiran kritis, komunikatif, mengaktifkan dan menyeimbangkan antara aksi dan reaksi sehingga setiap anak memiliki sikap inisiatif dan peduli terhadap lingkungannya.  Kegiatan GSF ini ternyata mampu dijadikan indikator sekolah peduli dan berbudaya terhadap lingkungan. Jadi sudahkah kita berbudaya terhadap lingkungan?kusmiati

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *