Blog

Mikroenkapsulasi Minyak Teripang (Holothoroidea sp.) sebagai Peningkatan Kecerdasan pada Mencit (Mus muculus)

Marisa Arumi Al Hakim1), Rania Jilan Haniyah2), Fila Prasetyawati, M.Pd3)

SMP Islam Sabilillah Malang

ISPO 8 (Indonesia Science Project Olympiad) 2017

 

ABSTRAK

            Human Development Index (HDI) Indonesia menempati peringkat ke 111, dan termasuk terendah di antara Negara ASEAN yang lain. Hal ini bertolak belakang, jika dibandingkan potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan gizi dan mampu meningkatkan kecerdasan. Salah satu hasil laut yang kaya akan kandungan gizi adalah teripang pasir (Holothoroidea sp.). Tujuan dari penelitian dengan judul Mikroenkapsulasi Minyak Teripang (Holothoroidea sp.) sebagai Peningkatan Kecerdasan pada Mencit (Mus musculus) adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan mikroenkapsulasi minyak teripang pada tingkat kecerdasan mencit (Mus musculus).

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (percobaan) di laboratorium yang dilaksanakan selama 4 bulan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, studi pustaka, dan percobaan (eksperimen). Hasil terbaik yang didapatkan pada peneltian ini antara lain kelompok mencit putih jantan yang diberi limbah air rebusan teripang pasir selama 2 minggu mengalami peningkatan kecepatan terpesat saat melewati labirin dengan rata-rata 46 detik dibandingkan dengan dengan kelompok kontrol. Kelompok mencit putih jantan yang diberi limbah air rebusan teripang pasir dengan dosis 2×1, 5 tetes mengalami peningkatan tercepat melewati labirin dibandingkan dengan kelompok mencit lainnya. Penelitian ini membuktikan bahwa penambahan mikroenkapsulasi minyak teripang pasir memberikan pengaruh signifikan pada kecerdasan mencit dalam ujicoba melintasi labirin.

Kata kunci       : Teripang pasir (Holothoroidea sp.), mikroenkapsulasi, kecerdasan

BAB I

                                                  PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.504 pulau dan garis pantai lebih dari 81.000 km dengan luas perairan laut sekitar 5,8 juta km2 (75% dari total wilayah Indonesia). Indonesia terletak di bawah garis khatulistiwa sehingga mengakibatkan kondisi alam dan iklim yang dapat memicupertumbuhan dan perkembangan biota laut. Hal tersebut menjadikan Indonesia mempunyai potensi sumber daya laut dengan keanekaragaman hayati yang sangat besar.

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki perairan cukup luas adalah Surabaya. Kota tersebut merupakan daerah industri, perdagangan, dan kota bahari di Indonesia. Objek pariwisata Surabaya yang terkenal ialah Pantai Kenjeran. Kawasan wisata Pantai Kenjeran mempunyai potensi utama yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan bagi pembangunan kawasan, yakni dengan adanya karakteristik pada kehidupan sosial ekonomi warga yang ada di sekitarnya. Pantai Kenjeran merupakan penghasil sumber daya pesisir laut yang bersifat hayati seperti ikan laut, teripang, kerang, udang, lorjuk, dan lain-lain yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai mata pencaharian penduduk sekitar pantai.Teripang pasir merupakan hasil laut yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai lauk pauk bahkan ada warga yang memproduksinya dalam bentuk makanan ringan seperti keripik.

Potensi teripang pasir (Holothuria scabra)cukup besar karena Indonesia memiliki perairan pantai dengan habitat teripang yang cukup luas. Teripang tersebar di lingkungan laut di seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat. Produk teripang umumnya berasal dari jenis-jenis teripang yang hidup di perairan dangkal. Selain diproduksi sebagai keripik, saat ini telah dilakukan penelitian tentang kandungan zat yang terkandung pada teripang pasir yang dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan sinusitis karena terdapat zat phosphate buffered saline (PBS) pada dagingnya. Di sisi lain, teripang juga mengandung beberapa zat seperti omega 3, 6, dan 9 yang baik untuk perkembangan otak (Karlina, Rahman et all,2011). Teripang juga mengandung protein sebanyak 44-55% dalam kondisi basah (Dewi dalam karnila, Rahman et all,201) dan pada kondisi kering adalah 82% (Martoyo dalam Karlina, Rahman et all, 2011). Teripang juga mengandung beberapa asam amino yang sangat berguna dalam sintesa protein pada pembentukan otot dan pembentukan hormon androgen (Karlina, Rahman et all, 2011).

Selama ini, sebagian masyarakat di sekitar pantai Kenjeran Surabaya memanfaatkan teripang pasir untuk dijadikan keripik atau makanan ringan. Teripang pasir hasil tangkapan nelayan direbus tanpa air selama 1-2 jam, lalu dijemur hingga kering, kemudian baru diolah menjadi keripik atau makanan ringan. Saat teripang pasir direbus, dari dalam tubuh teripang akan mengeluarkan air berwarna kecoklatan dalam jumlah banyak, sehingga merebus teripang tidak memerlukan air. Selama ini air rebusan teripang dibuang sebagai limbah, sedangkan dagingnya yang diolah menjadi makanan. Timbulnya air kecoklatan dari tubuh teripang membuat peneliti tertarik untuk memanfaatkannya lebih lanjut. Diharapkan melalui penelitian ini juga mampu meningkatkan nilai ekonomis limbah air rebusan teripang pasir pantai Kenjeran sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga pantai Kenjeran.

Berdasarkan kenyataan di atas, diharapkan limbah air rebusan teripang pasir pantai kenjeran jugadapat dimanfaatkan sebagai sumber omega 3, 6, dan 9 yang berguna untuk meningkatkan kecerdasan pada otak. Pada penelitian ini, untuk menguji efektivitas limbah air rebusan teripang pasir dalam meningkatkan kecerdasan mencit jantan. Digunakan media mencit putih jantan karena kelengkapan organ, kebutuhan nutrisi, metabolisme, dan bio-kimianya cukup dekat dengan manusia.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, diperoleh rumusan masalah secara umum sebagai berikut: Bagaimanakah pengaruh limbah air rebusan teripang pasir pantai Kenjeran terhadap kecerdasan mencit putih?

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka dapat diidentifikasi pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1. Apakah limbah air rebusan teripang pasir dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kecerdasan mencit putih?
  2. Bagaimanakah efektivitas limbah air rebusan teripang pasir untuk meningkatkan kecerdasan mencit putih?
  3. Berapakah dosis yang tepat agar limbah air rebusan teripang pasir dapat meningkatkan kecerdasan mencit putih?
  • Tujuan Penelitian
  1. Mengetahui apakah limbah air rebusan teripang pasir dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kecerdasan mencit putih.
  2. Mengetahui efektivitas limbah air rebusan teripang pasiruntuk meningkatkan kecerdasan pada otak mencit putih.
  3. Mengetahui dosis yang tepat agar limbah air rebusan teripang pasir dapat meningkatkan kecerdasan mencit putih.
  • Manfaat Penelitian

Penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut :

  1. Masyarakat dapat memanfaatkan limbah air rebusan teripang pasir untuk meningkatkan kecerdasan pada otak.
  2. Mendapatkan informasi dosis yang tepat agar limbah air rebusan teripang pasir dapat meningkatkan kecerdasan mencit putih.
  3. Mendapatkan informasi secara langsung tentang alternatif sumber omega 3 dari teripang pasir yang dapat mencerdaskan otak.
  • Hipotesis

Limbah air rebusan teripang pasirpantai Kenjeran mengandung omega 3 yang dapat meningkatkan kecerdasan mencit putih jantan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teripang

Teripang atau yang disebut juga dengan timun laut, memiliki kemiripan dengan siput. Hewan ini hidup di perairan dangkal maupun di perairan dalam dengan cara bersembunyi di balik pasir dan bebatuan. Hewan ini merupakan hewan nocturnal atau hewan yang aktif pada malam hari dan bergerak dengan lambat (Lawrence dalam Hartati,2005). Teripang memiliki struktur tubuh yang lunak dan memanjang seperti ketimun, dengan kulit yang tersusun atas zat kapur (Bennet,1999). Teripang pada umumnya memiliki 7 jenis yaitu, teripang pasir (Holothuria Scabra), teripang hitam (HolothuroideaEdulis), teripang coklat (Holothuroidea Mamoreta), teripang merah (Holothuroidea Vatiensis), teripang koro (Holothuroidea Nobilis), teripang nanas (Holothuroidea Anana), dan teripang gama (Stichopus Varigatus) (Yusuf dalam Dewi,2008). Beberapa teripang yang hidup di perairan dalam, memiliki kaki berbentuk tabung panjang yang membantu mereka berjalan di lumpur saat mencari makan. Secara umum, teripang pasir memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Hidup bergerombol, sehingga dalam budidaya dapat hidup dengan padat penebaran yang tinggi
  2. Makanannya berupa plankton/detritus yang banyak tersedia secara alami di dalam perairan ataupun di dasar perairan.
  3. Hidup pada dasar perairan berpasir atau hancuran batu karang dengan kecerahan air yang tinggi. (Rustam,2006)

Gambar 1. Anatomi Teripang

 Teripang Pasir

Teripang pasir atau Holothuria scabra memiliki bentuk bulat, panjang seperti ketimun, dengan punggung abu-abu atau kehitaman berbintik putih atau kuning, di seluruh tubuhnya dilapisi kapur. Tubuh teripang pasir memiliki tekstur yang kesat dan berotot tebal. Teripang jenis ini biasanya hidup di habitat yang berlumpur dan berpasir (Hartati, 2005).

Klasifikasi teripang pasir adalah sebagai berikut:

Kingdom       : Animalia

Filum             : Echinodermata

Kelas             : Holothuridea

Ordo              : Aspidochirotida

Famili            : Aspidochirota

Genus            : Holothuria

Spesies           : Holothuria Scabra

(Hartati, Retno et all, 2005)

Teripang pasir mengandung beberapa zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein sebanyak 44-55% dalam kondisi basah, 82% protein dalam kondisi kering, asam amino essensial maupun non essensial yang lengkap, lemak, karbohidrat, mengandung kadar abu, serta beberapa mineral yang terkandung di dalam teripang pasir sendiri (Dewi dalam Karlina, Rahman et all, 2011).

  • Mencit

Mencit merupakan hewan percobaan yang sering digunakan dalam penelitian in vivo. Hewan ini paling kecil di antara berbagai jenis hewan percobaan dan karena amat banyak galurnya, sehingga disebut mencit. Mencit liar atau mencit rumah adalah hewan semarga dengan mencit laboratorium. Hewan tersebeut tersebar di seluruh dunia dan sering ditemukan di dekat atau di dalam gedung dan rumah yang dihuni manusia. Semua galur mencit laboratorium yang ada pada waktu ini merupakan turunan dari mencit liar sesudah melalui peternakan selektif (Yuwono, 1990).

Mencit laboratorium mempunyai berat badan yang hampir sama dengan mencit liar, yaitu 18-20 gram pada umur 4 minggu dan 30-40 gram pada umur 6 minggu atau lebih. Mencit laboratorium dapat di kandangkan dalam kotak sebesar kotak sepatu.

  • Klasifikasi Ilmiah

Kingdom         : Animalia

Filum               : Chordata

Sub Filum        : Vertebrata

Kelas               : Mamalia

Ordo                : Rodentia

Sub Ordo        : Myoimorphia

Famili              : Muridae

Genus              : Mus

Spesies            : Mus musculus

Karena masih termasuk dalam kingdom animalia dan kelas mamalia (kelas yang sama dengan manusia), maka mencit ini memiliki beberapa ciri-ciri yang sama dengan manusia dan mamalia lainnya.

Gambar 2. Mencit (Mus muculus)

  • Otak

Otak merupakan salah satu organ tubuh penting. Otak sangat kompleks karena terdiri dari miliaran sel dan triliunan jaringan saraf. Otak merupakan pusat bekerjanya organ-organ pada tubuh, yang mengatur semua kinerja organ tubuh organisme tersebut (McCrone, 2006).

Secara inteligensia, otak berpikir terbagi menjadi dua belahan,  dan masing-masing memiliki fungsi mental yang berbeda-beda. Otak kiri, yang sering disebut dengan otak logika, mengatur fungsi mental yang berhubungan dengan kata, angka, analisis, logika, urutan, garis, daftar, dan fungsi motorik bagian tubuh kanan. Sedangkan otak kanan yang sering disebut dengan otak seni atau otak kreatif berfungsi untuk mengatur mental yang berhubungan dengan berpikir secara konseptual, gambar, irama, warna, bentuk/dimensi, imajinasi, dan lamunan.

  • Kecerdasan Otak

Kecerdasan otak adalah, kemampuan hal inteligen dalam pribadi akan suatu bidang tertentu. Kecerdasan dapat dites dengan Facteur G atau yang lebih dikenal dengan tes IQ. Kecerdasan pada otak dapat dilihat melalui ketangkasan dan pola berpikir pada seseorang (Akbar, 2013).

Sarana pertama yang terpenting dan sederhana dalam upaya untuk membantu meningkatkan kecerdasan pada otak adalah mengonsumsi makanan bergizi serta kaya dengan zat-zat yang paling dibutuhkan otak. Seperti zat gula sebagai bahan bakar bagi otak; asam amino sebagai zat penghubung sel antar saraf; asam lemak omega 3 dan lemak fosfolipid (phospholipids yang berfungsi untuk membantu laju cairan saraf agar bergerak dengan baik) berbagai macam vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme semua jenis zat gizi yang ada. Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi ikan laut dapat menjadikan seseorang lebih cerdas (Ruben, 2009:2). Teripang merupakah salah satu hewan laut, yang mengandung omega 3 sehingga diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan otak.

  • Mikroenkapsulasi

Mikroenkapsulasi adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pembuatan sediaan lepas terkendali. Mikroenkapsulasi merupakan suatu proses penyalutan secara tipis partikel padat, tetesan cairan dan dispersi zat cair oleh bahan penyalut. Mikrokapsul sebagai hasil dari proses mikroenkapsulasi mempunyai ukuran antara 1-5.000 μm, memiliki kelarutan dan stabilitas yang lebih baik. Keunikan dari mikrokapsul adalah kecilnya partikel yang tersalut dan dapat digunakan lebih lanjut terhadap berbagai bentuk sediaan farmasi (Wang L  et al, 2009).

Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembuatan mikrokapsul, diantaranya adalah dengan metode emulsifikasi penguapan pelarut. Metode ini dapat digunakan dalam variasi yang luas dari berbagai bahan inti cairan maupun padatan berupa bahan yang larut dalam air maupun yang tidak larut dalam air (Jain, 1998). Walaupun cara ini bukan metode utama, tetapi metode ini paling sederhana yang bisa dilakukan (Dehghan, 2010).

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 3.1 Jenis Penelitian                                         

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas limbah air rebusan teripang pasir untuk mencerdaskan otak dengan media mencit putih jantan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan/eksperimen dan pengamatan. Eksperimen adalah kegiatan untuk melakukan pembuktian terhadap permasalahan akan alternatif penyelesaiannya melalui percobaan.  Eksperimen dilakukan karena penelitian ini membutuhkan bantuan alat – alat laboratorium, sedangkan pengamatan dilakukan setelah pemberian limbah air rebusan teripang pasir kepada mencitputih jantan dengan meletakkan mencitputih jantan di sebuah labirin. Dibutuhkan sebanyak 15 mencit putih jantan untuk mendapatkan hasil yang valid.

3.2 Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Perikanan Universitas Brawijaya, selama 5 bulan penelitian.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Selama penelitian berlangsung dengan harapan dapat diperoleh data primer dan data sekunder yang bersifat representatif atau mewakili, maka dalam pengambilan data didukung dengan caraobservasi, studi pustaka, percobaan dan dokumentasi. Bentuk pengambilan data dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Observasi

Adalah kegiatan pengamatan lapangan yang disertai dengan melakukan identifikasi terhadap tempat dan penentuan bahan penelitian yang akan digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung pemecahan masalah dalam penelitian yang dilakukan.

  1. Studi Pustaka

Adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan (Nazir, 1988: 111). Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan sumber yang mendukung terutama untuk mendapatkan informasi dalam mendukung penyelesaian masalah yang terjadi di masyarakat.

  1. Percobaan (Eksperimen)

Adalah kegiatan untuk melakukan pembuktian terhadap permasalahan akan alternatif penyelesaiannya melalui percobaan. Dalam penelitian ini merupakan bagian dari pembuktian penggunaan limbah air rebusan teripang pasir untuk membantu meningkatkan kecerdasan mencit putih jantan karena limbah air rebusan teripang pasir yang kaya akan omega 3, 6, dan 9.

3.4  Teknik Pembuatan

  1. Alat dan Bahan

Untuk melakukan kegiatan ini dibutuhkan alat-alat untuk mempermudah proses percobaan. Alat-alat yang digunakan adalah pisau, beker glass, gelas ukur, stopwatch, dantabung reaksi. Bahan utama dalam percobaan ini adalah limbah air rebusan teripang pasir yang mengandung omega 3,6,9.

  1. Prosedur Pembuatan Limbah Air Rebusan Teripang Pasir

Prosedur kerja pembuatan limbah air rebusan teripang pasir adalah, mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, memilih teripang yang tidak berbau amis, membersihkan dan membuang kotoran dengan cara membelah tubuh teripang tidak sampai putus, membersihkan dalamnya sehingga yang tersisa hanya dagingnya, daging yang sudah bersih kemudian direbus tanpa air selama 2 jam dengan api kecil, daging tersebut dipisahkan dari kotoran yang ada di air rebusan.

  1. Prosedur Pembuatan Teripang Kering

Prosedur kerja pembuatan teripang kering adalah, mempersiapkan alat dan bahan, membersihkan isi dalam teripang. Merebus teripang tanpa air selama 2 jam. Membuang air rebusan teripang dan menjemur teripang di bawah sinar matahari sampai kering, menyusut, dan berwarna kehitaman. Tumbuk teripang hingga halus.

3.5 Variabel

Variabel adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dengan menggunakan variabel, akan lebih mudah memahami permasalahan. Hal ini dikarenakan seolah-olah sudah mendapatkan jawabannya.

3.5.1 Variabel Independen (Variabel Bebas)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dinamakan sebagai variabel bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini variabel independennya adalah jumlah limbah air rebusan teripang pasir yang diberikan ke mencit putih.

3.5.2 Variabel Dependen (Variabel terikat)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.Disebut variabel terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independen. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah kecepatanmencitputih jantan melewati labirin

3.6    Uji Mikroenkapsulasi Teripang Pasir Terhadap Kelincahan dan Kecerdasan Mencit Putih

Penelitian ini menggunakan mikroenkapsulasi teripang pasir yang mengandung omega 3, 6, 9. Kandungan tersebut diduga dapat membantu meningkatkan kecerdasan otak. mencit putih digunakan sebagai media penelitian ini.

  1. Menyiapkan sebanyak 15 ekor mencit putih jantan sebagai media percobaan. Ke 15 mencit putih tersebut dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I adalah kelompok kontrol sehingga tidak diberi limbah air rebusan teripang pasir.Kelompok II dan kelompok III diberi limbah air rebusan limbah air rebusan teripang pasir dengan dosis yang berbeda sedangkan kelompok IV dan kelompok V diberi teripang pasir kering dengan aturan pemberian yang berbeda. Kelompok II diberi limbah air rebusan teripang pasir dengan dosis pemakaian 1×1, 5 tetes sehari secara teratur selama 2 minggu sedangkan Kelompok III diberi limbah air rebusan teripang pasir dengan dosis pemakian 2×1, 5 tetessehari secara teratur dengan jangka waktu yang sama.Teripang pasir kering diberikan kepada mencit putih kelompok IV dengan dosis 2×1 sebanyak 0,5 gr. Begitu juga dengan kelompok V mencit putih diberi esktrak teripang pasir kering dengan dosis 1×1 sebanyak 0,5 gr.
  2. Menyiapkan lintasan lurus untuk menguji tingkat kelincahan mencit putih kelompok I, kelompok II, kelompok III, kelompok IV, dan kelompok V.
  3. Menguji ke masing–masing mencit putih saat melintasi lintasan lurus.
  4. Mencatat waktu yang dibutuhkan masing-masing mencit saat melintasi lintasan lurus.
  5. Membandingkan kelincahan masing-masing kelompok mencit putih dengan melihat kecepatan mencit putih dalam melintasi lintasan lurus.
  6. Menyiapkan labirin untuk menguji tingkat kecerdasan mencit putih jantan kelompok I, kelompok II, kelompok III, kelompok IV, dan kelompok V.
  7. Menguji kecepatan masing–masing mencitputih saat melintasi labirin.
  8. Mencatat waktu yang dibutuhkan masing-masing mencit saat melintasi labirin.
  9. Membandingkan kelincahan masing-masing kelompok mencit putih dengan melihat kecepatan mencit putih dalam melintasi labirin.

 3.7 Tabel Pengamatan

Kelompok Mencit

Berat

Awal (gr)

Berat Minggu ke-… (gr)
1 2

 

Kelompok I

A      
B      
C      
Rata-rata      

 

Kelompok II

D      
E      
F      
Rata-rata      

 

Kelompok III

G      
H      
I      
Rata-rata      

 

Kelompok IV

J      
K      
L      
Rata-rata      

 

Kelompok V

M      
N      
O      
Rata-rata      

Tabel 3.1 Data Pengamatan Berat Mencit Putih

Tabel 3.2 Waktu yang Dibutuhkan Mencit Putih Melewati Lintasan Lurus

Kelompok Mencit Waktu Awal Waktu Minggu ke-…
1 2

 

Kelompok I

A      
B      
C      
Rata-rata      

 

Kelompok II

D      
E      
F      
Rata-rata      

 

Kelompok III

G      
H      
I      
Rata-rata      

 

Kelompok IV

J      
K      
L      
Rata-rata      

 

Kelompok V

M      
N      
O      
Rata-rata      

 Tabel 3.3 Waktu yang Dibutuhkan Mencit Putih Melewati Labirin

Kelompok Mencit Waktu awal Waktu Minggu ke-…
1 2

 

Kelompok I

A      
B      
C      
Rata-rata      

 

Kelompok II

D      
E      
F      
Rata-rata      

 

Kelompok III

G      
H      
I      
Rata-rata      

 

Kelompok IV

J      
K      
L      
Rata-rata      

 

Kelompok V

M      
N      
O      
Rata-rata      

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

  • Hasil Penelitian

Penelitian ini memanfaatkan kandungan omega 3, 6, 9 pada limbah air rebusan teripang pasir (Holothuria scabra) untuk membantu mencerdaskan otak. Selama ini, sebagian masyarakat di sekitar pantai kenjeran Surabaya memanfaatkan teripang pasir untuk dijadikan keripik atau makanan ringan. Teripang pasir hasil tangkapan nelayan direbus tanpa air selama 1-2 jam, lalu dijemur hingga kering, kemudian baru diolah menjadi keripik atau makanan ringan. Saat teripang pasir direbus, dari dalam tubuh teripang akan mengeluarkan air berwarna kecoklatan dalam jumlah banyak, sehingga merebus teripang tidak memerlukan air. Selama ini air rebusan teripang pasir dibuang sebagai limbah, sedangkan dagingnya yang diolah menjadi makanan. Selain itu, dengan memanfaatkan teripang pasir, perekonomian masyarakat sekitar pesisir pantai kenjeran akan meningkat karena teripang pasir yang digunakan dipasok dari nelayan wilayah tersebut.

  • Penentuan Dosis Teripang Pasir Pada Mencit Putih Jantan

Penelitian ini memanfaatkan sebanyak 15 ekor mencit putih jantan berumur 2 bulan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Mencit putih digunakan sebagai media percobaan pada penelitian ini. Setiap kelompok memiliki klasifikasi masing- masing. Berikut tabel pengelompokkan mencit putih jantan dan perlakuan yang diberikan

Tabel 4.2.1 Pengelompokkan Mencit Putih Jantn

Kelompok Mencit Warna Perlakuan Dosis yang diberikan
Kelompok I A Merah Kontrol Tanpa perlakuan
B Ungu Kontrol Tanpa perlakuan
C Biru Kontrol Tanpa perlakuan
Kelompok II D Merah & Kuning Limbah air rebusan teripang pasir 1×1, 5 tetes
E Merah & Ungu Limbah air rebusan teripang pasir 1×1, 5 tetes
F Merah & Biru Limbah air rebusan teripang pasir 1×1, 5 tetes
Kelompok III G Kuning & Ungu Limbah air rebusan teripang pasir 2×1, 5 tetes
H Kuning & Biru Limbah air rebusan teripang pasir 2×1, 5 tetes
I Kuning & Kuning Limbah air rebusan teripang pasir 2×1, 5 tetes
Kelompok IV J Ungu, Biru, & Kuning Teripang pasir kering 2×1, 0,5 gr
K Ungu, Merah & Kuning Teripang pasir kering 2×1, 0,5 gr
L Ungu, Merah & Biru Teripang pasir kering 2×1, 0,5 gr
Kelompok V M Kuning, Kuning & Kuning Teripang pasir kering 1×1, 0,5 gr
N Biru, Biru & Biru Teripang pasir kering 1×1, 0,5 gr
O Ungu, Ungu, & Ungu Teripang pasir kering 1×1, 0,5 gr

  • Pengamatan Berat pada Mencit Putih

Sebelum dilakukannya uji labirin, dilakukan pengamatan perkembangan berat pada mencit sebelum dan sesudah diberi perlakuan limbah air rebusan teripang pasir ataupun teripang kering.

Tabel 4.3.1 Pengamatan Berat Mencit Putih Jantan

Kelompok Mencit

Berat

Awal (gr)

Berat Minggu ke-… (gr)
1 2

 

Kelompok I

A 125 135 130.2
B 176 167 170
C 135.3 137 133
Rata-rata 145.43 146.3 144.4

 

Kelompok II

D 144 149 153
E 156 157 162
F 133 129 134
Rata-rata 144.3 145 149.7

 

Kelompok III

G 157 160.8 166
H 145 151 155.4
I 138 144.2 152
Rata-rata 146.7 152 157.8

 

Kelompok IV

J 147 145 151
K 166 168 170
L 154 152 155.2
Rata-rata 155.7 155 158.73

 

Kelompok V

M 162 166 164
N 134 136.4 140
O 126 124 132
Rata-rata 140.7 142.13 145.3

Gambar 4.3. Grafik Perbandingan Perkembangan Berat Mencit Putih Jantan

Berdasarkan tabel 4.3.1 dan grafik 4.3 dapat diketahui bahwaperbandingan perkembangan berat mencit putih jantan sebelum dan sesudah perlakuan. Jika diamatikelompok I (kontrol) mengalami penurunan berat dibanding dengan kelompok yang lainnya. Kelompok III, yang diberi limbah air rebusan teripang pasir dengan dosis 2×1 memiliki perkembangan berat yang paling pesat. Secara umum rata-rata berat seluruh kelompok mencit putih jantan yang diberi perlakuan dengan limbah air rebusan teripang pasir maupun teripang kering mengalami kenaikan, namun perkembangan terpesat dialami oleh kelompok III yang diberi limbah air rebusan teripang pasir 2×1. Hal ini menunjukkan bahwa air limbah rebusan teripang pasir pantai Kenjeran dapat meningkatkan nafsu makan mencit putih jantan sehingga mengalami perkembangan berat yang pesat.

  • Uji Awal Kecepatan Mencit Putih Melintasi Lintasan Lurus

Pegamatan terhadap keaktifan dan kelincahan mencitputih jantan dilakukan dengan menguji masing-masing mencit putih melewati lintasan lurus. Uji awal dilakukan agar dapat melihat rata-rata perkembangan kecepatan mencit dalam melintasi lintasan lurus. Lintasan ini dibuat dari potongan kardus yang digabungkan membentuk lintasan lurus.

Tabel 4.4.1 Data Kecepatan Mencit Putih Jantan Melewati Lintasan Lurus

Kelompok Mencit Waktu awal Waktu Minggu ke-…
1 2

 

Kelompok I

A 0 : 21 0 : 20 0 : 23
B 0 : 19 0 : 20 0 : 17
C 0 : 17 0 : 18 0 : 13
Rata-rata 0 : 19 0 : 19 0 : 18

 

Kelompok II

D 0 : 24 0 : 21 0 : 17
E 0 : 11 0 : 09 0 : 10
F 0 : 14 0 : 13 0 : 11
Rata-rata 0 : 16 0 : 14 0 : 12

 

Kelompok III

G 0 : 23 0 : 11 0 : 08
H 0 : 17 0 : 13 0 : 10
I 0 : 15 0 : 09 0 : 07
Rata-rata 0 : 18 0 : 11 0 : 08

 

Kelompok IV

J 0 : 14 0 : 12 0 : 07
K 0 : 17 0 : 14 0 : 10
L 0 : 25 0 : 20 0 : 15
Rata-rata 0 : 19 0 : 15 0 : 11

 

Kelompok V

M 0 : 28 0 : 24 0 : 16
N 0 : 18 0 : 17 0 : 15
O 0 : 17 0 : 18 0 : 19
Rata-rata 0 : 21 0 : 19 0 : 16

 Gambar 4.4 Grafik Perbandingan Kecepatan Melalui Lintasan Lurus

Berdasarkan tabel 4.4.1 dan gambar 4.4 dapat diketahui bahwa setiap mencit memiliki kecepatan yang berbeda saat melintasi lintasan lurus pada pertama kali dan setelah diberi perlakuan. Dapat diamati bahwa hampir semua mencit mengalami perkembangan. Jika dibandingkan kelompok I (kontrol) dengan kelompok mencit lainnya yang diberi perlakuan, memiliki selisih waktu (delta) yang sangat besar. mencit kelompok III dengan pemberian limbah air rebusan teripang dosis 2×1 mengalami perkembangan yang pesat. Rata-rata kecepatan mencitputih pada minggu ke2 adalah 8 detik. Kelompok mencit III merupakan kelompok mencit yang tercepat melewati labirin.

  • Uji Awal Kecepatan Mencit Putih Melintasi Labirin

Pegamatan terhadap kecerdasan mencit putih jantan dilakukan dengan menguji masing-masing mencitputih melewati labirin. Uji awal dilakukan agar dapat dilihat rata-rata kecepatan mencit putih dalam melintasi labirin sehingga dapat dibandingkan dengan kecepatan mencit melewati labirin setelah diberi perlakuan. Labirin dibuat dari potongan-potongan kardus bekas yang digabungkan. Berikut data yang telah didapatkan dalam waktu percobaan selama 2 minggu.

Tabel 4.5.1 Data Kecepatan Mencit Putih Jantan Melewati Labirin

Kelompok Mencit Waktu awal Waktu Minggu ke-…
1 2

 

Kelompok I

A 07 : 33 06 : 11 07 : 51
B 29 : 19 28 : 33 27 : 44
C 04 : 55 04 : 51 04 : 45
Rata-rata 14 : 09 14 : 08 13 : 13

 

Kelompok II

D 04 : 05 02 :15 04 : 45
E 02 : 08 01 : 56 0 : 58
F 02 : 21 01 : 48 01 : 51
Rata-rata 03 : 18 02 : 13 01 : 04

 

Kelompok III

G 03 : 10 01 :14 01 : 09
H 01 : 15 0 : 51 0 : 38
I 01 : 20 01 :08 0 : 33
Rata-rata 03 : 31 01 : 31 0 : 46

 

Kelompok IV

J 02 : 25 02 : 14 02 : 09
K 20 : 19 19 : 17 10 : 54
L 04 : 05 03 : 57 02 : 11
Rata-rata 09 : 16 08 : 29 05 : 31

 

Kelompok V

M 02 : 54 02 : 15 01 : 01
N 02 : 31 02 : 25 01 : 08
O 04 : 11 03 : 44 02 : 43
Rata-rata 03 : 38 04 : 01 01 : 51

Gambar 4.5. Grafik Perbandingan Kecepatan mencit Putih Jantan Melalui Labirin

Berdasarkan tabel 4.5.1 dan gambar 4.5 dapat diketahui bahwa setiap mencit memiliki kecepatan yang berbeda dalam melintasi labirin saat pertama kali. Dapat diamati bahwa hampir semua mencit mengalami peningkatan kecepatan melewati labirin. Jika dibandingkan dengan kelompok I (kontrol) dibandingkan dengan kelompok mencit lainnya yang diberi perlakuan, memiliki selisih waktu (delta) yang sangat besar.mencitkelompok III dengan pemberian limbah air rebusan teripang pasir pantai Kenjeran dosis 2×1 mengalami peningkatan yang pesat. Rata-rata kecepatan mencit putih kelompok III pada minggu kedua adalah 46 detik. Kelompok mencit III merupakan yang tercepat.

  • Pembahasan

Teripang pasir (holothuria scabra) merupakan hewan laut yang hidup di perairan dangkal berlumpur dan banyak tersebar di Lautan sekitar Pasifik sehingga teripang pasir banyak berkembang di wilayah perairan Indonesia. Salah satunya, pantai Kenjeran Surabaya.

Teripang pasir mengandung omega 3,6,dan 9 yang baik untuk membantu mempercepat perkembangan otak sehingga dapat meninkatkan kecerdasan. Penelitian ini menggunakan media penelitian mencit putih jantan berumur 2 bulan yang berjumlah 15 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok. Dari 4 kelompok yang diberi perlakuan, kelompok III mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kelompok mencit ini diberikan limbah air rebusan teripang pasir dengan dosis 2×1, 5 tetes. Jika dibandingkan dengan kelompok mencit putih yang diberi teripang pasir kering, terdapat selisih yang banyak. Namun, keempat kelompok mencit mengalami perkembangan. Kelompok I yang merupakan kelompok kontrol juga mengalami perkembangan namun ada yang tidak.

 

 

BAB V

PENUTUP

 5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap limbah air rebusan teripang pasir (Holothuria Scabra) pantai Kenjeran Surabaya, maka didapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1. Teripang pasir (Holothuria sacbra) dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan kecerdasan otak dengan media mencit putih jantan, karena mengandung omega 3 yang dapat mengoptimalkan kerja otak.
  2. Limbah air rebusan teripang pasir efektif meningkatkan kecerdasan mencit putih jantan. Kelompok mencit putih jantan yang diberi limbah air rebusan teripang pasir selama 2 minggu mengalami peningkatan kecepatan terpesat saat melewati labirin dengan rata-rata 46 detik dibandingkan dengan dengan kelompok kontrol.
  3. Kelompok mencit putih jantan yang diberi limbah air rebusan teripang pasir dengan dosis 2×1, 5 tetes mengalami peningkatantercepatmelewati labirin dibandingkan dengan kelompok mencit

Berdasarkan hasil penelitian di atas diperoleh simpulan bahwa limbah air rebusan teripang pasir pantai Kenjeran dapat meningkatkan kecerdasan mencit putih jantan.

5.2 Saran

Menindaklanjuti hasil penelitian ini hanya difokuskan terhadap pemanfaatan teripang pasir sebgai sumber daya pesisir laut yang berada di Pantai Kenjeran Surabaya untuk meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai produk yang dapat didistribusikan secara luas dan juga dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan teripang pasir lainnya.

 

 DAFTAR PUSTAKA

 Akbar, Muhammad. 2013. Otak dan Kecerdasan. Makalah Dipresentasikan pada Simposium Gangguan Memori dan Penatalaksanaannya Gedung IPTEK UNHAS Makassar. Akbar, Muhammad. Makassar.

Bennet, Paul. 2012. Habitat Hewan Laut. Alex Media Complutindo. Jakarta

Dewi, Kurnia Harlina et all. 2010.Pengaruh Kecepatan Sentrifugasi pada Proses Pemisahan Hasil Limbah air rebusan teripang pasir sebagai Sumber Testosteron Alami dan Antigen.Dipresentasikan pada Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan  Sumber Daya Alam Indonesia.Dewi, Kurnia Harlina et all. Yogyakarta.

Hartati, Retno et all. 2005. Teknologi Penyediaan Pakan bagi Teripang Putih (Holothuria Scabra).Progam Hibah Bersaing. Hartati, Retno et all. Semarang.

Karlina, Rahman et all. 2011. Karakteristik Konsentrat Protein Teripang pasir (Holothuria scabra) Dengan Bahan Pengekstrak Aseton. Disampaikan pada Jurnal Perikanan dan Kelautan. Fisiologi dan Farmakologi fakultas kedokteran IPB. Bogor.

Mc crone, John. 2003. Menyingkap Kerja Otak. Erlangga. Jakarta.

Parestya, Hariadi. 2010. Peluang Jitu Beternak Mencit Putih. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Putra, Rifqi Arya et all. 2011. Mengidentifikasi MSG dalam Makanan dengan Media Mencit Putih. Putra, Rifqi Arya et all. Surabaya.

Ruben, Jean Mark. 2009. 49 Langkah Mencerdaskan Otak. Al mahira. Jakarta.

Rustam, M,Si. 2006. Budidaya Teripang. Disampaikan pada Pelatihan Budidaya Laut Coremap Tahap II Kabupaten Selayar. Yayasan Mattirotasi. Makassar.

Windura, Sutanto. 2012. 88 Cerminan Otak Sehat. Alex Media Complutindo. Jakarta.

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *