Blog

MOKS dan Penanaman Karakter dengan Saudara Asuh di SMP Islam Sabilillah Malang

Malang- Hari pertama masuk sekolah menjadi moment yang sangat penting dan berharga bagi siswa dan orang tua. Salah satu di antaranya yang sangat penting adalah fenomena karakter siswa sejak awal masuk sekolah. Untuk itulah SMP Islam Sabilillah Malang menyelenggarakan acara MOKS (Masa Orientasi Karakter Siswa).  Pelaksanaan MOKS yang telah dilaksanakan di SMP Islam Sabilillah Malang ini diwarnai dengan kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Tampak antusias sekali siswa SMP Islam Sabilillah mengikuti berbagai kegiatan MOKS  yang telah dilaksanakan selama satu minggu pertama ini, yaitu mulai hari Senin, 18 Juli dan akan berakhir pada hari Sabtu, 22 Agustus besok.

Berbagai kegiatan dalam MOKS itu antara lain adalah penentuan kelompok saudara asuh dengan wali asuh, pembuatan amplop kejujuran melalui program kejujuran siswa dalam pengecekan atribut sekolah secara mandiri, diskusi panduan sholat dan makan siang, Lomba PBB dan yel-yel, Lomba kreasi memasak berbahan umbi,  Outbond, sharing  tentang bahaya Game Online dan Bullying, Materi dari KPAI, dan lain-lain yang selalu dilakukan bersama-sama saudara asuhnya dan dilakukan refleksi kegiatan bersama wali asuhnya.

Untuk penentuan kelompok saudara asuh,  dibentuk  kelompok antara kakak kelas 9 yang memiliki adik asuh kelas 8, dan siswa kelas 8 memiliki adik asuh kelas 7. Dari pembentukan saudara asuh ini diharapkan antara kakak kelas dan adik kelas akan terbentuk kekompakan, kerja sama, saling ngemong, akrab, santun, saling berinterasi dengan baik dalam lingkungan sekolah sehingga akan timbul kenyamanan di antara siswa. Sedangkan pembuatan amplop kejujuran melalui program kejujuran siswa dalam pengecekan atribut sekolah, perbuatan, sikap dan perilaku siswa dilakukan secara mandiri oleh siswa. Jadi tidak akan lagi diperlukan guru yang mencatat atau mengawasi ketertiban dan kedisiplinan siswa, karena siswa secara mandiri dengan disediakannya kartu kejujuran yang diletakkan pada amplop yang ditempel pada pajangan kelas.

Kegiatan yang tak kalah menarik adalah kegiatan lomba PBB dan yel-yel. Nilai karakter yang ingin ditanamkan melalui lomba ini adalah siswa diharapkan  untuk menjaga kedisiplinan, kerja sama dan kekompakan kelompok saudara asuh. Sedangkan acara lomba kreasi masak berbahan umbi, diharapkan siswa memiliki karakter untuk selalu kreatif, inovatif, kolaboratif, dan komunikatif dengan saudara asuhnya dalam mengelola masakan berasal dari umbi-umbian. Sharing tentang bahaya game online dan bullying untuk membekali siswa tentang dampak-dampak yang ditimbulkannya dan diberikan tips-tips untuk mengatasi dampak negatif dari game online dan bullying tersebut.

Untuk kegiatan outbond, siswa diberikan berbagai macam permainan yang edukatif , seperti transfer tali, roda manusia, karpet ajaib, bola ajaib, water fall, dll  guna menunjang pembentukan karakter siswa, yaitu kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, penerimaan, semangat kerja keras, saling menghargai, santun kepada orang lain, dan lain-lainnya. Di sela-sela kegiatan outbond yang dilaksanakan pada hari ini, Waka Kesiswaaan Dwi Effendi, S.Pd menyatakan bahwa kegiatan MOKS ini sudah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya dan untuk pembentukan kelompok saudara asuh yang selalu didampingi wali asuh sudah dilakukan pada saat pesantren ramadhan lalu, dan ternyata sangat efektif untuk dijadikan rujukan dalam pembentukan karakter di sekolah.

“Pembentukan saudara asuh ini adalah cara yang cukup efektif untuk menghindari makin maraknya kekerasan terhadap siswa, seperti bullying, punishment (hukuman), ancaman/intimidasi, pemukulan, pencubitan,dll yang dilakukan kakak kelas atau senior kepada  adik kelas/junior di sekolah” ujar Kepala Sekolah SMP Islam Sabilillah Malang, Bapak Idi Rathomy Baisa, S.Pd, M.Pd.

Lebih lanjut Beliau mengatakan bahwa “SMP Islam Sabilillah pada tahun pelajaran ini akan melakukan revolusi besar-besaran dalam bidang karakter. Dalam bidang karakter di mulai dari kegiatan MOKS ini yang kegiatannya selalu dilakukan bersama dengan saudara asuh. MOKS yang sudah dilaksanakan selama satu minggu ini akan ditindaklanjuti,  dimonitoring dan dievaluasi  pelaksanaannya secara rutin setiap hari oleh wali asuh. Sehingga karakter yang terbentuk tetap terjaga,” jelas Idi Rathomy Baisa, S.Pd, M.Pd ini yang beberapa kali mendapatkan penghargaan tingkat nasional. (Kusmiati)IMG_1329IMG_1344IMG_1390

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *