Blog

OPINI : MEMBELAJARKAN BASA JAWA MELALUI KARAOKE

Anak adalah individu dengan kemampuan belajar yang tinggi. Cukup dengan melihat, otak bekerja dan proses pembelajaran pun terjadi. Hanya dengan mendengarkan pembicaraan orang dewasa atau menonton acara televisi, seorang anak dapat mempelajari bahasa. Uniknya, anak-anak juga dapat dengan cepat mempelajari berbagai macam bahasa melalui nyanyian lagu karaoke (Kesaint Blanc Weekly ; 2009)

Adanya Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur No. 188/188/KPTS/013/2005 tentang tentang pembelajaran Basa Jawa pada strata pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK membawa angin segar dalam upaya melestarikan bahasa Jawa sebagai khazanah budaya bangsa yang patut untuk dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Menjadi tantangan tersendiri bagi guru Basa Jawa agar anak senang dalam belajar  yang pada akhirnya mengenal dan mampu berbahasa Jawa.

Pembelajaran bahasa yang paling mudah dan cepat  bagi anak dapat dilakukan dengan cara  menyanyikan lagu karaoke. Tak terkecuali pembelajaran bahasa Jawa yang menurut beberapa anak merupakan bahasa kedua bahkan bahasa ‘asing’ bagi mereka. Mengingat semakin langkahnya penggunaan bahasa Jawa di lingkungan keluarga masyarakat Jawa saat ini. Kalaupun dikenalka kepada anak, cenderung bahasa Jawa yang dikenal adalah bahasa Jawa pasaran atau ‘ ngoko’ bukan  bahasa Jawa halus atau ‘krama.’

Dewasa ini, karaoke bukanlah suatu hiburan bagi orang dewasa saja, tetapi juga bagi anak-anak. Ketika sedang menyanyikan lagu, seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga hanyut dalam irama musiknya. Mereka mengikuti kata-kata dalam liriknya sekaligus menikmati warna-warni gambarnya pada waktu yang bersamaan. Ada banyak lagu bahasa Jawa yang cocok bagi anak-anak seperti lagu dolanan (Gundul-gundul Pacul, Prahu Layar, Mbok Jamu, dll) bahkan anak bisa menyanyikan tembang macapat. Dengan  Karaoke membuat anak belajar bahasa Jawa dengan lebih baik dan menyenangkan.

Seberapa pentingkah manfaat berkaraoke dalam mengenalkan tembang basa Jawa kepada anak-anak? Menurut  penelitian Profesor Tanigawa, ada 9 efek positif yang ditimbulkan ketika kita berkaraoke, yaitu :  (1)  Menjadikan Pernafasan Lebih Baik. Saat bernyanyi anak-anak menggunakan seluruh tubuh untuk bernafas dengan lebih santai. Otot diafragma akan melengkung ke bawah, paru-paru mengembang lebih lengkap. Otot perut yang lebih santai memungkinkan tubuh bernafas lebih aktif dan sehat, (2). Mengoksidasi Darah. Ketika anak-anak menggunakan seluruh tubuh untuk bernafas, volume oksigen yang mengaliri seluruh tubuh akan makin besar. Sel-sel tubuh yang dialiri oksigen berfungsi lebih baik dan menciptakan energi baru bagi pemiliknya, (3). Merangsang Aktivitas Otak. Bernyanyi memerlukan pemikiran. Saat bernyanyi, anak-anak  perlu mengikuti lirik, melodi dan irama, serta kata-kata yang menghubungkannya dengan emosi. Saat bernyanyi udara akan banyak mengalir ke otak pada bagian neuron yang mengintegrasikan aktivitas fisik, emosional dan psikologis untuk merasa gembira, (4). Melepaskan Hormon Bahagia. Hormon endorphine yang dikeluarkan saat bernyanyi bermanfaat menciptakan rasa senang dan kebahagiaan dengan memicu saraf dan fisik. Nyanyian Anda dan teman-teman, meski tidak terdengar sesempurna penyanyi profesioanl, selain bisa menghibur orang lain juga menciptakan rasa senang, (5). Mengurangi Stres. Ketika Anda merasa senang, tingkat stress Anda otomatis menurun. Endorfin membantu mengurangi stress dan gelisah. Saat menyanyikan sebuah lagu dengan perasaan mendalam tubuh bernafas lebih dalam dan memperlambat denyut jantung serta mengurangi kecemasan berlebihan. Saat stress, buang kepenatan dengan menyanyikan lagu-lagu kesukaan dan bergembiralah. (6). Membangun Kepercayaan Diri. Jika berbicara di depan umum masih merupakan ketakutan utama Anda, maka mulailah dengan bernyanyi di karaoke dengan sahabat dan orang terdekat. Bernyanyi mampu membangun rasa percaya diri karean Anda menjadi orang yang sangat terbuka. Bila Anda telah berani berbagi suara dan musik, akan lebih mudah mengatasi ketakutan dan grogi.(7). Meningkatkan Memori. Bernyanyi membuat Anda sedikitnya harus membaca lirik dan mengikuti nasa. Cara ini bagus untuk merangsang wilayah otak yang terlibat dengan memori, belajar dan konsentrasi. (8). Meningkatkan Kreativitas. Saat membangun rasa percaya diri dan merangsang jiwa seni dengan bernyanyi, tanpa Anda sadari secara bersamaan Anda juga telah menumbuhkan jiwa kreatif. Anda akan keluar dari kotak dan menjadi seorang pribadi yang produktif dan inovatif. (9). Menciptakan Suara Yang Bertenaga. Profesi pembicara, presenter, guru, pendeta atau dalam bisnis terkait penjualan, akan mendapatkan keuntungan dari belajar menyanyi. Suara merupakan instrument penting. Dan bernyanyi memberi Anda keahlian berbicara dengan suara bertenaga, kuat dan percaya diri yang terpancar dari suara Anda. Semua manfaat itu bisa dirasakan dari frekuensi menyanyi yang rutin.

Mengingat begitu banyaknya manfaat yang didapatkan oleh anak-anak dalam berkaraoke dengan tembang basa Jawa, tidak ada salahnya jika guru basa Jawa turut kreatif dalam membelajarkan anak didiknya. Agar tidak ada kesan lagi bahwa pembelajaran basa Jawa itu membosankan dan tidak menarik.

Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan adalah  Bagaimana berkaraoke dapat membantu anak memahami bahasa Jawa?

Hal pertama yang dapat dilakukan oleh seorang guru ketika anak menyanyikan tembang macapat, disadari atau tidak mereka sekaligus belajar menggunakan aksen dan intonasi bahasa Jawa dengan tepat. Aktivitas ini tentunya diperlukan untuk proses pembelajaran berikutnya di mana anak mulai berbicara bahasa Jawa dengan lancar dan jelas pengucapannya. Kedua, anak juga bermain dengan kata-kata sekaligus menjadikannya cara belajar yang menyenangkan pada saat ia menyanyikan lagu dalam bahasa Jawa. Selain itu, kebiasaan ini juga menumbuhkan kepercayaan diri untuk berpartisipasi secara verbal. Hal ini kelak menghilangkan perasaan tidak nyaman saat berbicara dalam bahasa Jawa karena sudah terbiasa menggunakannya sejak kecil.
Ketiga, membiasakan anak menyanyikan lagu bahasa Jawa dapat merupakan sebuah latihan untuk memusatkan perhatian. Anak harus berkonsentrasi pada saat bernyanyi (berkaraoke) dengan memusatkan perhatian untuk mengikuti lirik lagu. Hal ini memicu kemampuan mendengar dan menyimak anak menjadi semakin baik. Yang keempat, dan yang paling penting, menyanyikan lagu-lagu bahasa Jawa sudah pasti mengenalkan anak kepada kosakata dan tata bahasa Jawa sederhana sejak dini.

Dapat disimpulkan bahwa anak dianjurkan mengenal bahasa Jawa dengan berkaraoke sejak usia dini. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan menyanyikan lagu-lagu bahasa Jawa yang berirama sederhana atau sudah banyak dikenal oleh anak itu sendiri. Dengan demikian, mereka tinggal mengikuti liriknya dan tidak merasa kesusahan. Selain melatih mereka untuk mendengar dan memusatkan perhatian, hal ini juga melatih daya ingat mereka. (Kusmiati, S.Pd Guru Bahasa Jawa SMP Islam Sabilillah Malang)

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *