Blog

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI FESTIVAL BUDAYA NUSANTARA 2016

Malang-Festival Budaya Nusantara 2016 merupakan agenda tahunan yang sudah dilaksanakan di SMP Islam Sabilillah Malang berlangsung Sabtu (5/11) yang lalu. Acara ini berlangsug dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan. Pada Festival Budaya tahun ini mengambil tema “Mengenal Budaya Nusantara, Menumbuhkan Sikap Berpikir Kritis, Kreatif, Kolaboratif dan Komunikatif .“  Sesuai dengan tema tersebut maka masing-masing kelas menampilkan display dan penampilan dari perwakilan 15 propinsi yang ada di Indonesia.

Yang berbeda dari kegiatan di tahun-tahun sebelumnya adalah munculnya pembelajaran PJBL atau Project Based Learning. SMP Islam Sabilillah kedatangan Tim Penyusun Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kemendikbud Pusat Jakarta, Prof. Dr. Ilza Mayuni beserta  sekretaris Tim, ibu Alsha Kania. Kunjungan tersebut dalam rangka persiapan rencana aksi Program PPK.

Awal masuk, tepat pukul 9.45 WIB kedatangan Tim Penyusun PPK tersebut menyaksikan aksi sosial dan penggalangan dana siswa yang bertajuk “Pray to Garut” yang dilakukan atas inisiatif siswa dan pengurus OSIS dengan melakukan orasi dan pertunjukan musik akklturasi tiga budaya dengan menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” yang dinyanyikan oleh Maura (7C) serta pembacaan puisi oleh Adella dan Aflahcyntia (7E). Rencananya penggalangan dana tersebut akan dilakukan selama seminggu. Dan apabila dana tersebut sudah terkumpul, maka nantinya akann diserahkan kepada korban bencana di Garut, kata Dwi Efendi, S.Pd selaku Waka Kesiswaan.

“Benar-benar memiliki jiwa sosial yang sangat bagus anak-anak ini” puji Prof. Dr. Ilza mayuni.

Kemudian kunjungan itu dilanjutkan dengan secara langsung melihat aktivitas siswa selama belajar. Yang membuat tim Penyusun ini terkagum-kagum adalah pada saat penerapan pembelajaran Project Based Learning (PJBL) yang telah dilakukan oleh siswa kelas 7 untuk pengelolaan sampah sedangkan kelas 8 tentang pengelolahan limbah air. Bahkan Prof. Dr. Ilza Mayuni secara langsung melakukan Tanya jawab kepada beberapa siswa kelas 7 dan kelas 8. Salah satunya adalah menanyakan kepada Ariel Fernanda (7A) tentang proyeknya memanfaatkan sampah dengan membuat infus penyiraman tanaman otomatis, dan menanyakan kepada Patra (7D) yang memanfaatkan kaleng biscuit untuk kompor hemat energi.

Menurut Prof. Dr. Ilza Mayuni selaku Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan ini menyatakan bahwa “ Sangat bangga dan kagum atas apa yang dilakukan oleh anak-anak yang masih kelas 7 tetapi sudah kritis menyikapi permasalahan sosial, mampu berkolaborasi dengan temannya untuk membuat proyek ini. Gambaran seperti inilah yang diinginkan oleh Pemerintah. Sehingga Pemerintah benar-benar  bertekad ingin mengembangkan program penguatan pendidikan Karakter ini secara serius,” ujarnya.

“ Ada lima nilai utama yang ingin dikembangkan dan Tim PPK fokus pada nilaitersebut, yaitu nilai religiusitas, nasionalisme, identitas, gotong royong dan kemandirian” imbuhnya.

Lebih lanjut beliau mengemukakan bahwa kunjungan ini lebih ditekankan pada uji coba instrumen kepada 42 sekolah yang sudah melakukan dan mengembangkan program Penguatan Pendidikan Karakter ini sebelumnya, salah satunya adalah SMP Islam Sabilillah Malang ini.

Sementara itu, Idi Rathomy Baisa, S.Pd, M.Pd selaku kepala SMP Islam Sabilillah mengiyakan bahwa sekolah yang dipimpinnya memang menjadi rujukan dalam pengembangan program Penguatan Pendidikan Karakter oleh Kemendikbud Pusat. Bahkan dirinya beberapa kali diundang untuk menyampaikan best practice tentang pendidikan karakter yang sudah lama dikembangkan oleh sekolahnya.(kusmiati)

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE