Blog

Stop Bullying dengan Program Kakak-Adik Asuh di SMP Islam Sabilillah Malang

Malang- Hari pertama masuk sekolah menjadi momen yang sangat penting dan berharga bagi siswa dan orang tua. Salah satu di antaranya yang sangat penting adalah penguatan karakter siswa sejak awal masuk sekolah. Untuk itulah SMP Islam Sabilillah Malang menyelenggarakan acara MOKS (Masa Orientasi Karakter Siswa). Pelaksanaan MOKS yang telah dilaksanakan di SMP Islam Sabilillah Malang ini diwarnai dengan kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Tampak antusias sekali siswa SMP Islam Sabilillah mengikuti berbagai kegiatan MOKS yang telah dilaksanakan selama satu minggu pertama ini, yaitu mulai hari Senin, 17 Juli dan akan berakhir pada hari Sabtu, 22 Juli besok.

Berbagai kegiatan dalam MOKS itu antara lain adalah penentuan kelompok saudara asuh dengan wali asuh, gerakan sekolah bersih, diskusi pembelajaran sholat dan makan siang, Lomba PBB dan yel-yel, Cooking Competition, Outbond, sharing tentang Bahaya Penggunaan Gadget (bullying, kecanduan game online, pornografi, rokok elektrik, dan narkoba) bersama dengan BKBPM (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat) dari Kabid Perlindungan Anak. Dalam kesempatan ini pula menghadirkan mahasiswa asing Pascasarjana dibawah bimbingan bidang Hubungan International UM yang bersasal dari Palestine Shadi Lahleeh dan Thailand Robeeyah Bueraheng untuk memberikan wawasan global (budaya, agama, sejarah dll) tetang negaranya dan motivasi bagi Ananda untuk bisa mendapatkan beasiswa seperti mereka.

Untuk penentuan kelompok saudara asuh, dibentuk kelompok antara kakak kelas 9 yang memiliki adik asuh kelas 8, dan siswa kelas 8 memiliki adik asuh kelas 7. Dari pembentukan saudara asuh ini diharapkan antara kakak kelas dan adik kelas akan terbentuk kekompakan, kerja sama, saling ngemong, akrab, santun, saling berinterasi dengan baik dalam lingkungan sekolah sehingga akan timbul kenyamanan di antara siswa.

Kegiatan yang tak kalah menarik adalah kegiatan lomba PBB dan yel-yel. Nilai karakter yang ingin ditanamkan melalui lomba ini adalah diharapkan siswa terbiasa disiplin, kerja sama dan kekompakan kelompok saudara asuh. Sedangkan acara cooking competition, diharapkan siswa memiliki karakter untuk selalu kreatif, inovatif, kolaboratif, dan komunikatif dengan saudara asuhnya dalam mengelola masakan berasal dari buah dan sayur untuk makanan dan minumannya. Sharing tentang bahaya penggunaan gadget (bullying, kecanduan game online, pornografi, rokok elektrik, dan narkoba) untuk membekali siswa

tentang dampak-dampak yang ditimbulkannya dan diberikan tips-tips untuk mengatasi dampak negatif dari bahaya penggunaan gadget tersebut.

Untuk kegiatan outbond, siswa diberikan berbagai macam permainan yang edukatif , seperti transfer tali, roda manusia, karpet ajaib, bola ajaib, water fall, dll guna menunjang pembentukan karakter siswa, yaitu kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, penerimaan, semangat kerja keras, saling menghargai, santun kepada orang lain, dan lain-lainnya. Di sela-sela kegiatan outbond yang dilaksanakan pada hari ini, Waka Kesiswaaan Dwi Effendi, S.Pd menyatakan bahwa kegiatan MOKS ini sudah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya dan untuk pembentukan kelompok saudara asuh yang selalu didampingi wali asuh sudah dilakukan pada tahun yang lalu, dan ternyata sangat efektif untuk dijadikan rujukan dalam pembentukan karakter di sekolah.

“Pembentukan saudara asuh ini adalah cara yang cukup efektif untuk menghindari dii dari makin maraknya kekerasan terhadap siswa, seperti bullying, punishment (hukuman), ancaman/intimidasi, pemukulan, pencubitan,dll yang dilakukan kakak kelas atau senior kepada adik kelas/junior di sekolah” ujar Kepala Sekolah SMP Islam Sabilillah Malang, Bapak Idi Rathomy Baisa, S.Pd, M.Pd.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa SMP Islam Sabilillah pada tahun pelajaran ini melakukan revolusi besar-besaran dalam bidang karakter. Sehingga kami berani mengorbankan satu minggu ini khusus untuk menggembleng siswa kelas 7, 8 dan 9 dalam bidang karakter. Selanjutnya, kegiatan MOKS yang sudah dilaksanakan selama satu minggu ini akan ditindaklanjuti, dimonitoring dan dievaluasi pelaksanaannya secara rutin setiap hari oleh wali asuh. Sehingga karakter yang terbentuk tetap terjaga, mewujudkan visi pendidikan karakter yaitu siswa sabilillah penuh cinta, cinta Allah dan Rosul, Cinta Orangtua dan Guru, Cita diri sendiri, Cinta Sesama, Cinta Alam Sekitar, Cinta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Cinta Keunggulan, Cinta Bangsa dan Negara” jelas Idi Rathomy Baisa, S.Pd, M.Pd.

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *