Blog

Tak Mau Turun Gunung sebelum Lukisan Selesai

RADARMALANG-Sebuah lukisan bergaya ekspresionisme terpampang pada media kanvas berukuran A3 (297 cm x 420 cm). Lukisan itu menampilkan aktivitas beberapa ekor kupu-kupu. Ada yang terbang bebas dan ada pula yang hinggap serta mengisap nektar bunga.

Penggambaran kupu-kupu serta bunga dalam lukisan itu dibuat colorful atau penuh warna. Pelukisnya berani mencampur warna merah, kuning, hijau, biru, dan ungu dalam satu bingkai lukisan.

Anda yang baru kali pertama melihatnya mungkin tak akan mengira bahwa lukisan tersebut adalah buah kreasi seorang anak berusia 14 tahun. Tapi kenyataannya, lukisan tersebut memang dibuat oleh anak-anak.

Lukisan bertema kupu-kupu itu menjadi salah satu karya yang dibuat Amira Farras Athayazzaka pada tahun ini. Siswi SMP Islam Sabilillah itu bahkan berhasil meraih prestasi di tingkat internasional berkat lukisan tersebut.

Mira–sapaan akrabnya– meraih medali emas pada ajang The Butterfly International Art Competition di Slovenia, Eropa, Maret 2017. ”Selama saya ikut lomba melukis, ini menjadi pencapaian terbaik,” kata Mira sambil menunjukkan medali emas yang dia kalungkan, Kamis pagi  lalu (27/4).

Meraih medali emas tentu menjadi hasil yang memuaskan baginya. Namun, lebih dari itu, Mira puas bisa membuat sebuah karya yang dinilai benar-benar sesuai ekspektasinya. ”Saya bisa menggambar kupu-kupu sesuai dengan apa yang saya inginkan,” ujar gadis kelahiran 21 Februari 2003 ini.

Sebenarnya, bukan kali ini saja Mira meraih hasil bagus dalam lomba-lomba di tingkat internasional. Tahun lalu, dia meraih Silver Award pada Van Gogh Art Competition di Polandia serta Bronze Award pada Nineteenth Annual Peace Pals International Art Exhibition and Awards yang digelar UNESCO di Wassaic, New York, Amerika Serikat. ”Selain itu, sebenarnya masih ada lagi. Tapi saya lupa,” ujar Mira dengan ekspresi polos.

Yang jelas, Mira bisa dibilang rajin mengikuti lomba. ”Bahkan, hampir tiap bulan saya selalu ikut lomba,” kata putri dari pasangan Herly Heryudi dan Ninuk Srie Wachyuni tersebut.

Mira mengungkapkan, kedua orang tuanya punya peran besar di balik keikutsertaannya dalam berbagai lomba. ”Ibu saya paling rajin cari informasi lomba. Biasanya lewat internet. Kalau nemu, baru ditawarkan kepada saya. Kalau ayah, biasanya yang sediakan peralatan lukisnya,” ujar dia.

Tak hanya rajin mengikuti lomba, Mira juga sering kali ikut ambil bagian dalam pameran seni lukis. Terakhir, dia diundang oleh Perwakilan Wanita Indonesia untuk pameran di Balai Pemuda Surabaya, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, 21 April lalu. ”Saya menjadi peserta pameran yang paling muda,” kata dia.

Dalam pameran tersebut, Mira menyertakan karya yang menampilkan sosok ibu menggendong anaknya. ”Saya ingin menunjukkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya,” ujar dia.

Mira mengaku, selalu ada kepuasan yang dirasakan setiap kali bisa menyampaikan pesan tertentu lewat karya lukisannya. Kepuasan yang sama dia rasakan sejak kali pertama mengenal dunia melukis waktu masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).

Selama ini, Mira mengaku lebih suka pergi ke alam terbuka demi menghasilkan sebuah lukisan. Apakah itu ke pantai maupun ke gunung. ”Kalau mood-nya sedang bagus, saya tidak mau pulang sebelum lukisannya tuntas,” katanya.

Lebih lanjut, Mira menyatakan, demi meningkatkan skill melukisnya, dia berguru kepada tiga orang pelukis. Setiap Jumat, dia berguru pada M. Gofinda tentang gaya-gaya lukisan lokal. Lalu, tiap Sabtu, dia belajar pada pelukis lain bernama Sadikin untuk menghasilkan lukisan bertekstur. Sementara, pada hari Minggu, Mira belajar di Sanggar Daun Lukis. ”Jadi mulai Jumat hingga Minggu, saya fokus belajar melukis, selebihnya untuk sekolah,” ulas dia.

Selama ini, Mira juga cukup sering bereksperimen. Mulai dari membuat lukisan dengan cat akrilik pada media kanvas. Lalu, dia juga pernah mencampur cat minyak, air, dan cat tembok hingga menimbulkan efek yang berbeda dari lukisannya yang lain. (*/c2/muf) Rabu, 03 Mei 2017 07:28    

 

 

No Comments Yet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE